Badung –
Polres Badung tengah mengintensifkan penyidikan kasus jambret yang sebabkan pemotor wanita, Juhaeryah Velina (46) asal Tangerang, Banten, tewas menabrak tiang listrik di Jalan Pengubengan Kauh, Kerobokan Kelod, Kuta Utara. Tim terus mendalami semua petunjuk guna mengidentifikasi identitas kawanan tersebut secara detail.
“Saat ini tim kami masih bekerja, mengumpulkan barang-barang bukti baik yang ada di TKP maupun perjalanan daripada diduga para pelaku dan korban. Kami telah mengumpulkan beberapa barang bukti dan kami tingkatkan ke penyidikan,” kata Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba, Kamis (12/2/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran awal, polisi memastikan pelaku kejahatan jalanan ini berjumlah lebih dari satu orang. Jumlah ini selaras dengan laporan awal sebagaimana dihimpun yang menyebutkan tiga orang dalam satu motor.
“Kendalanya sejauh ini, Astungkara, masih berjalan sesuai harapan dan sesuai dengan langkah-langkah yang kita lakukan. Terduga pelakunya tentu lebih dari satu orang,” ujar Joseph.
Polisi memprediksi para pelaku saat ini belum melarikan diri ke luar daerah dan masih bersembunyi di wilayah hukum Polda Bali. Petugas di lapangan terus melakukan pelacakan pola pergerakan para terduga pelaku untuk mempersempit ruang gerak mereka.
“Harapan kami ya tentunya (pelaku) masih di Bali, tidak jauh dari Bali sehingga kita bisa mengungkap. Ya tentunya harapan kami atas perbuatan yang mereka lakukan, mereka bisa mempertanggungjawabkan,” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi maraknya kejahatan jalanan, Polres Badung kini meningkatkan intensitas pengamanan melalui program patroli barcode di titik-titik rawan. Selain itu, pengerahan personel dalam skala besar juga rutin dilakukan pada waktu-waktu krusial terjadinya tindak kriminal.
“Setiap malam Minggu kami lakukan kegiatan Harkamtibmas dengan show of force mulai pukul 23.00 Wita sampai dengan dini hari, subuh hari. Kami mohon doanya dari rekan-rekan serta masyarakat agar kami dapat mengungkap kasus ini dengan secepatnya,” pungkas Joseph.
