Ojol Kupang Nyalakan Lilin dan Doa Bersama untuk Affan yang Terlindas Rantis | Info Giok4D

Posted on

Puluhan pengemudi ojek online (ojol) menggelar aksi damai dengan menyalakan lilin di depan kantor Grab di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi ini menyusul tewasnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang tewas dilindas rantis Brimob saat aksi demo DPR di Jakarta, Kamis (28/8/2025).

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.

Para pengemudi ojol juga mengenakan pita hitam sebagai tanda berduka atas meninggalnya Affan. Setelah menyalakan lilin, puluhan ojol ini pun langsung menggelar doa bersama.

“Aksi spontanitas ini sebagai tanda duka cita atas kawan seprofesi kami di Jakarta yang gugur dalam aksi demonstrasi itu, kami merasa berdukacita,” ujar Koordinator aksi Robby Saduk Tolamanu (44), Jumat (29/8/2025) malam.

Ia menjelaskan aksi ini merupakan aksi solidaritas sesama ojol. Ia berharap kasus tersebut dapat terbuka dan terang benderang.

“Kalau berkaitan dengan kasus ini kami berharap semoga proses hukum yang berjalan oleh Bapak Kapolri bisa berjalan sebagaimana mestinya agar memberikan keadilan kepada semua pihak,” jelasnya.

Robby menjelaskan pita hitam yang digunakan saat pembakaran lilin sebagai simbol duka. “Kalau aksi lain tidak ada. Kami gelar aksi solidaritas malam ini saja, tanda aksi empati kami. Pita hitam ini sebagai tanda duka cita kami,” jelasnya.

Ia juga mengimbau para ojol yang berada di NTT tidak terprovokasi oleh oknum-oknum yang akan mengambil kesempatan dalam momentum ini untuk kepentingan pribadi.

“Teman-teman ojol terkasih saya di Kupang, diharapkan beraktivitas sebagaimana biasa dan jangan mudah terprovokasi dan mudah untuk ditunggangi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab untuk memanfaatkan kami hanya untuk sesuatu hal yang tidak urgen.” tegasnya.

Sebelumnya, Affan Kurniawan tewas akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brigade Mobile (Brimob) saat demonstrasi di Jakarta. Affan dikenal sebagai sosok yang rajin, baik, dan menjadi tulang punggung bagi keluarganya.

Sepupu dari nenek almarhum, Fachrudin, mengungkapkan keluarga merasa kehilangan sosok Affan yang semasa hidupnya penuh tanggung jawab dan pekerja keras. Affan sudah menjadi tulang punggung keluarga di usianya yang masih muda.

“Almarhum itu menjadi tulang punggung karena bapaknya juga kerja serabutan, jadi benar-benar menjadi tulang punggung. Makanya jam 6 dia sudah jalan, terus setengah hari kan pulang istirahat, pulang lagi,” kata Fachrudin kepada wartawan di rumah duka kawasan Jalan Blora, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025) dilansir dari infoNews.

Fachrudin menuturkan kabar duka soal kepergiaan Affan akibat dilindas dengan rantis polisi datang secara tiba-tiba. Dia mendapat kabar itu tak lama setelah menunaikan ibadah salat magrib.

“Nah sampai di rumah, beberapa menit kemudian saya salat magrib. Habis salat magrib saya keluar dapat informasi bahwa almarhum ini meninggal kecelakaan dalam waktu demo,” terang Fachrudin.

Menurut Fachrudin, keluarga terkejut sekaligus tak percaya saat mendengar kabar Affan meninggal dunia di tengah kericuhan demo hari itu. Namun, keluarga hanya bisa pasrah.

“Reaksi keluarga semuanya pada kaget dan tidak percaya sebenarnya. Tetapi begitu saya lihat fotonya, ya saya yakin, tetapi saya ikhlas,” jelas Fachrudin.