Badung –
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana berencana berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk membahas mahalnya tiket pesawat di dalam negeri. Selain Kemenkeu, dia juga akan berkomunikasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terkait hal tersebut.
“Kami akan lakukan koordinasi lagi dengan kementerian mengenai tiket pesawat. Karena bukan hanya Kemenpar sendiri, tapi juga ada Kemenkeu, Kemenhub. Jadi kami harus koordinasi kembali bagaimana masalah pesawat ini secara permanen,” kata Widiyanti seusai bertemu dengan pelaku pariwisata di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali, Jumat (13/2/2026).
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Selama ini, pemerintah menyiapkan diskon tiket pesawat ketika musim liburan tertentu seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru), Lebaran, serta libur sekolah. Widiyanti menilai perlunya solusi jangka panjang agar harga tiket pesawat lebih terjangkau secara berkelanjutan.
“Kami sudah memberikan diskon-diskon season now liburan Nataru, Lebaran, sekolah. Tapi harus dibuat solusi bagaimana kita mendapatkan diskon itu secara permanen,” imbuh Widiyanti.
Pelaku pariwisata, Gede Wiratha, menyoroti mahalnya tiket penerbangan domestik ke Bali. Mantan Ketua PHRI Bali itu mengatakan penerbangan dari dan menuju Jakarta perlu menjadi perhatian karena frekuensi penerbangan pada rute tersebut sangat tinggi.
“Ini yang 20 tahun terakhir tidak pernah diperhatikan oleh kementerian. Sekarang Kementerian Pariwisata meminta kepada Menteri Keuangan agar PPN dan sebagainya itu diturunkan dan dihapuskan,” ujar Wiratha.
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster juga menyatakan rencananya menemui Kemenhub untuk meminta penurunan harga tiket pesawat ke Pulau Dewata. Koster menyebut mahalnya harga tiket pesawat menjadi salah satu penyebab turunnya kunjungan wisatawan domestik ke Bali pada 2025.
“Sayangnya (wisatawan) domestik turun ini, cek and ricek salah satu faktornya harga tiketnya mahal sekali ke Bali. Pada mengeluh lebih mahal dibanding ke Singapura, Malaysia, maupun Thailand,” kata Koster di Kantor Gubernur Bali, Jumat (6/2/2026).
“Maka kami sepakat dengan gubernur NTB, NTT, akan menghadap bapak Dirjen Perhubungan Udara agar harga tiket ke Bali bisa dievaluasi dan bisa bersaing,” sambung Koster.
