Koster Mengadu ke Gibran soal TPA Suwung Belum Bisa Ditutup 1 Maret

Posted on

Denpasar

Gubernur Bali I Wayan Koster mengadu ke Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bahwa rencana penutupan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung pada 1 Maret 2026 belum dapat direalisasikan. Hal itu diungkapkan saat pertemuan dengan pelaku pariwisata di Politeknik Pariwisata (Poltekpar), Jumat (13/2/2026).

Koster menegaskan bahwa kondisi di lapangan belum memungkinkan untuk melakukan penutupan TPA Suwung dalam waktu dekat.

“Rencananya Pak Menteri LHK menutup TPA Suwung itu kan 1 Maret jadi tinggal 15 hari. Situasi lapangannya di Denpasar dan Badung tidak memungkinkan,” ujar gubernur dua periode itu kepada awak media, Jumat.

Ia menjelaskan solusi pengolahan sampah berbasis teknologi waste to energy masih dalam proses dan membutuhkan waktu. Proses pengadaan mesin dan pembangunan fasilitas tidak bisa dilakukan sekaligus dan ditargetkan baru rampung pada pertengahan November 2026.

“Baru bisa diselesaikan kira-kira prosesnya pertengahan November 2026 ini. Kalau itu sudah selesai maka volume sampah atau TPA Suwung itu bisa dinolkan,” lanjut Koster.

Dalam pertemuan tersebut, Koster menyebut Gibran menangkap aspirasi terkait penutupan TPA Suwung yang belum bisa dilakukan pada 1 Maret. Namun, keputusan akhir, pemerintah pusat disebut masih perlu melakukan kajian bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian ESDM.

“Tentu saja bapak wapres akan (mengkaji bersama) menteri lingkungan hidup dan bapak ESDM,” imbuh Koster.

Senada dengan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan persoalan sampah, termasuk rencana penutupan TPA Suwung, turut disampaikan kepada Gibran agar pemerintah pusat dapat memberikan kebijakan yang mempertimbangkan kondisi daerah.

“Pada prinsipnya ingin ada satu kebijakan lah, ya, yang diberikan pemerintah pusat terkait dengan masalah penutupan TPA Suwung,” kata Adi.

Pemkab Badung sendiri telah melaksanakan langkah penanganan sampah berbasis hulu melalui pembangunan teba modern di desa-desa. Bahkan anggaran diperkirakan mencapai 330 miliar.

“Total kami sekitar 330 sekian miliar, kami sudah siapkan untuk pengelolaan sampah,” ucapnya.