Anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana, sopir ojek online, hingga warga Denpasar menggelar konsolidasi di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bali. Konsolidasi yang dihadiri puluhan orang itu sebagai wadah penyampaian aspirasi atas penolakan kenaikan tunjangan DPR hingga menyikapi tewasnya ojol Affan Kurniawan terlindas mobil rantis Brimob di Jakarta.
“Hari ini, konsolidasi sedang berlangsung. Konsolidasi ini terbuka,” kata anggota LBH Bali, Amanda, saat bicara kepada massa di depan kantornya di Denpasar, Jumat (29/8/2025).
Pantauan infoBali, kantor LBH Bali di Jalan Intan LC II Gang 8 Nomor 1, Denpasar nampak didatangi puluhan massa dari pelbagai elemen itu sejak pukul 18.15 Wita. Mayoritas dari mereka adalah BEM Unud.
Meski banyak yang datang, hanya sebagian yang masuk ke kantor LBH Bali. Sisanya, menunggu di luar dan memadati gang itu. Sementara, para mahasiswa Unud dan peserta konsolidasi lain sedang menyampaikan aspirasinya dan ditutup dengan rencana aksi.
“Teman-teman yang datang sedang memberikan (menyampaikan) keresahaan yang dialami dan rasakan. Baik itu dari mahasiswa, buruh, warga asli Bali dan pendatang,” kata Amanda.
Amanda mengatakan konsolidasi difasilitasi LBH Bali. Hal itu dilakukan untuk memberikan ruang yang seluasnya bagi mahasiswa dan warga lain yang ingin menyampaikan aspirasi, ketimbang di tempat lain, yang rawan provokasi.
“LBH Bali bisa mengakomodasi dan membantu dengan memberi bantuan hukum. Tidak diusir dari sini. Tapi kalau kita mengadakan konsolidasi di luar, kita tahu kondisi sekarang tidak sebebas itu,” katanya.