Badung –
Video kericuhan penonton saat ajang bela diri di Atlas Super Club Bali viral di media sosial. Keributan pecah di area tribun penonton saat pertandingan memasuki babak krusial.
Keributan di tempat hiburan malam di Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, Bali, itu terjadi pada Sabtu (21/2/2026). Suporter salah satu pihak terlibat perselisihan sengit yang memancing perhatian seluruh pengunjung. Selain adu mulut, kericuhan juga diwarnai aksi saling dorong sesama penonton.
Saat situasi makin memanas, sejumlah penonton berusaha melerai demi mencegah baku hantam di tengah sorak-sorai penonton lainnya. Suasana di tribun pun menjadi kacau.
Kondisi ini berdampak langsung pada jalannya pertandingan di atas ring yang sempat hening sejenak. Fokus para atlet dan wasit teralihkan oleh keributan yang tak henti-henti terjadi di tribun penonton bagian belakang.
Sejumlah petugas keamanan lantas merangsek masuk ke tengah kerumunan dan memisahkan kelompok yang berseteru. Beruntung, keributan berhasil ditekan.
Kapolsek Kuta Utara, Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina, membenarkan insiden kericuhan saat event Soma Enter The Atlas di Atlas Super Club, Kuta Utara. Menurutnya, kericuhan terjadi sekitar pukul 17.45 Wita, tepat setelah partai terakhir yang mempertemukan Zack Bennet melawan Arvin Chat.
“Pemicunya karena ada kelompok pendukung yang merayakan kemenangan secara berlebihan sehingga memancing emosi pihak lawan,” ujar Agus Pasek didampingi PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Minggu (22/2/2026).
Pasek mengungkapkan insiden bermula ketika tujuh orang pendukung Zack Bennet bersorak merayakan kemenangan jagoan mereka. Sementara itu, sebanyak 15 pendukung Arvin Chat yang merasa tersinggung kemudian mendekat dan mencoba memukul salah satu penonton.
“Meskipun membela petarung yang berbeda, kedua kelompok yang berselisih ini sebenarnya berasal dari negara yang sama, yaitu Selandia Baru. Petugas keamanan internal bersama personel polisi yang berjaga di lokasi langsung bergerak cepat melerai agar keributan tidak meluas,” imbuh Pasek.
Pasek mengatakan sebanyak 25 personel dikerahkan untuk memisahkan kedua kubu. Polisi menduga kericuhan dipicu masalah pribadi di antara kedua kelompok tersebut.
“Kami langsung meminta masing-masing petarung untuk menenangkan massa pendukungnya dan segera membubarkan diri dari area pertandingan,” kata Pasek.
“Pihak panitia juga kami arahkan untuk memfasilitasi pertemuan antar penanggung jawab kelompok tersebut supaya masalahnya tidak berbuntut panjang,” sambungnya.
Menurut Pasek, situasi di lokasi kembali kondusif setelah kelompok yang bertikai digiring keluar dari area kelab. Polisi memastikan tidak ada korban jiwa dan seluruh penonton telah meninggalkan lokasi dengan aman setelah acara berakhir.
