Satu Tahun Gus Par-Pandu dan Beragam Program Pembangunan di Karangasem [Giok4D Resmi]

Posted on
Daftar Isi

Karangasem

Bupati dan Wakil Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata-Pandu Prapanca Lagosa (Gus Par-Pandu) merealisasikan sejumlah program pembangunan pada satu tahun kepemimpinan. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan, penyediaan air bersih, pengembangan pariwisata, dan program lainnya.

Gus Par menegaskan akan terus berupaya mewujudkan Karangasem yang Agung, yakni aman, gigih, unggul, nyaman, dan gemah ripah loh jinawi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karangasem hingga saat ini telah merealisasikan pembangunan dua ruas jalan sepanjang 2,5 kilometer.

Kemudian, ada pula rekonstruksi 15 ruas jalan dengan total panjang 14,83 kilometer. Selain itu, pemeliharaan rutin dan berkala juga telah dilakukan di seluruh kecamatan di Karangasem.

Tak hanya itu, Pemkab Karangasem di bawah kepemimpinan Gus Par-Pandu juga telah merampungkan jembatan dan box culvert di wilayah Tukad Bias Membah yang berada di ruas Jalan Telengan-Panti. Infrastruktur tersebut disertai pembangunan trotoar di ruas Jalan Veteran, Karangasem.

“Jalan, jembatan, dan air bersih adalah kebutuhan mendasar. Infrastruktur yang baik membuka akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan yang lebih maksimal bagi masyarakat,” kata Gus Par, Minggu (22/2/2026).

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata (Gus Par), membagikan bantuan sembako kepada tukang suun di Pasar Amlapura Timur, Jumat (15/8/2025). (I Wayan Selamat Juniasa/)

Program Air Bersih dan Lingkungan Hidup

Pada sektor air bersih dan irigasi, Pemkab Karangasem memperluas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan di Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, serta merehabilitasi 14 jaringan irigasi. Pemkab Karangasem juga mendorong kolaborasi pendanaan air bersih melalui CSR Bank BPD Bali yang melibatkan tiga kelompok masyarakat.

“Kami dorong kolaborasi agar pelayanan air bersih bisa menjangkau lebih banyak warga. Sehingga nantinya seluruh masyarakat Karangasem mendapat layanan air bersih,” ucap Gus Par.

Pada bidang lingkungan hidup, Pemkab Karangasem memperkuat penanganan sampah melalui pengadaan 120 unit tempat pengomposan sampah organik. Termasuk pengadaan tujuh unit kendaraan roda tiga, arm roll, dump truck, kontainer sampah, mobil mini dump, hingga mesin pencacah dan pengolah sampah.

“Langkah ini ditujukan untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir,” imbuhnya.

Sementara dalam penanggulangan bencana, Pemkab Karangasem telah menangani 10 kejadian banjir, 62 kejadian tanah longsor, serta 31 kejadian kebakaran hutan dan lahan secara responsif selama setahun terakhir. Upaya tersebut disertai penguatan sarana pendukung kebencanaan.

Tata Kelola Pelayanan Publik

Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menekankan bahwa pembangunan fisik harus diiringi dengan tata kelola yang baik. Pada sektor tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, Pemkab Karangasem mempercepat layanan berbasis digital.

“Pembangunan infrastruktur harus dibarengi dengan sistem pemerintahan yang tertib, transparan, dan responsif,” kata Pandu.

Sepanjang tahun pertama, Pemkab Karangasem telah menerbitkan sebanyak 14.087 perizinan secara online. Selain itu, pemerintah juga menerbitkan 10.624 akta kelahiran, 5.937 akta kematian, 3.731 akta perkawinan, dan 297 akta perceraian.

“Digitalisasi pelayanan publik adalah upaya menghadirkan pemerintah yang cepat, mudah, dan melayani,” tegas Pandu.

Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata saat mengecek jalan rusak akibat bencana beberapa waktu lalu. (Foto: I Wayan Selamat Juniasa/)

Bangun Pertanian-Pariwisata

Gus Par-Pandu menempatkan sektor pertanian, UMKM, dan pariwisata sebagai tulang punggung penguatan ekonomi rakyat pada tahun pertama kepemimpinan. Berbagai program fisik dan nonfisik digulirkan untuk mendorong produktivitas masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.

Gus Par menegaskan penguatan sektor pertanian diarahkan untuk menekan biaya produksi dan meningkatkan pendapatan petani. Pemkab Karangasem telah membangun lima unit jalan usaha tani dan enam unit jalan produksi dengan total anggaran lebih dari Rp 3,6 miliar.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

“Pertanian adalah basis ekonomi Karangasem. Karena itu, kami fokus membangun infrastruktur pendukung seperti jalan tani, irigasi, dan embung agar produktivitas petani meningkat dan hasilnya benar-benar bisa dirasakan,” ujar Gus Par.

Pada sektor kelautan dan perikanan, Pemkab Karangasem memberikan bantuan langsung kepada nelayan berupa satu unit jukung fiberglass, 34 unit mesin tempel, serta delapan set jaring tangkap ikan. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tangkap nelayan sekaligus mendukung program Kampung Nelayan.

“Nelayan harus kita kuatkan dari hulu. Bantuan alat tangkap ini bukan sekadar bantuan sosial, tetapi bagian dari strategi meningkatkan ekonomi pesisir,” ucap Gus Par.

Sementara itu, penguatan UMKM dilakukan melalui berbagai skema. Salah satunya lewat program Karangasem Akhir Pekan (KAP) yang digelar sebagai ruang promosi produk lokal, ditunjang pemasangan lima unit videotron sebagai media promosi UMKM dan pariwisata.

“UMKM adalah bantalan ekonomi rakyat. Kami perkuat dari sisi pasar, promosi, sampai kelembagaan koperasi agar pelaku usaha kecil naik kelas,” kata Gus Par.

Pemkab Karangasem juga melakukan pemeliharaan dua daya tarik wisata utama serta menyelenggarakan berbagai event seperti Tulamben Festival, Sandikala Ning Putung, dan Karangasem Travel Mart. Selain itu, promosi potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Karangasem dilakukan melalui keikutsertaan dalam kegiatan pameran.

“Pariwisata Karangasem kami dorong berbasis potensi lokal dan budaya. Event dan promosi ini bukan hanya soal kunjungan wisatawan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkas Gus Par.

Untuk diketahui, perayaan satu tahun kepemimpinan Gus Par-Pandu dirangkai dengan beberapa kegiatan. Puncak kegiatan dimeriahkan dengan ajang Agung Run 6,5 K yang diikuti sekitar 1.500 peserta pada Minggu (22/2/2026). Meski sempat diguyur hujan, para peserta tampak bersemangat hingga mencapai garis finish.