Badung –
Polisi mengungkap identitas 10 orang yang diamankan terkait kasus pengeroyokan remaja berinisial IGSP (16) di depan RSD Mangusada, Kelurahan Kapal, Badung, Bali. Mayoritas dari kelompok yang diamankan tersebut ternyata masih berstatus sebagai pelajar aktif.
Informasi di kepolisian menyebutkan sembilan dari 10 orang yang diamankan masih berstatus pelajar. Kasus ini masih dalam tahap pengembangan penyelidikan di Polres Badung.
“Ya betul (sembilan pelaku masih pelajar). Sementara satu orang lainnya tercatat sudah tamat sekolah,” kata Pelaksana sementara Kasi Humas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Selasa (3/2/2026).
Para pelaku diduga menyerang korban secara membabi buta setelah berusaha menghindari kerumunan massa di simpang Jalan Raya Lukluk. Kelompok tak dikenal ini kemudian menghampiri korban yang saat itu sedang menepi di dekat pertigaan depan RSD Mangusada.
Informasi lainnya menyebutkan kerumunan diduga terkait aksi balap liar di simpang Lukluk membuat korban dan temannya memilih balik arah ke barat. Saat itulah mereka didatangi dan langsung dihajar gerombolan tersebut.
Korban yang sudah tersungkur di aspal pun tetap mendapat tendangan, bahkan hantaman tongkat kayu. Aksi kekerasan yang terjadi pada Sabtu (31/1) dini hari tersebut mengakibatkan korban mengalami luka serius pada kepala dan punggung.
“Korban kena luka robek di kepala belakang sampai harus dapat empat jahitan karena dihantam benda tumpul. Kondisi korban sudah membaik, sudah kami minta keterangan,” imbuh Ayu Inastuti.
Penyidik saat ini masih mendalami motif pasti penyerangan tersebut. Terlebih, antara korban dan pelaku diketahui tidak saling mengenal. Polisi juga tengah menyelidiki ada tidaknya indikasi konflik lama atau dendam yang memicu aksi pengeroyokan di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk itu.
Sementara itu, Lurah Kapal, I Nyoman Adi Setiawan, menegaskan akan meningkatkan intensitas patroli malam di wilayahnya. Fokus utama pengamanan akan menyasar jalur-jalur perbatasan yang dianggap rawan serta titik-titik yang sering menjadi tempat berkumpulnya massa.
“Tentu intensitas patroli malam Linmas akan kami tingkatkan khususnya di jam rawan. Fokusnya tentu di jalur perbatasan serta titik kumpul potensial,” ujar Adi, Selasa.
