Buleleng –
Lutut Kadek Witana tak lagi kuat menopang tubuhnya. Ia berjongkok di tanah yang masih basah oleh lumpur sisa banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali.
Kedua tangannya menutup wajah rapat-rapat. Tangisnya pecah di tengah kerumunan warga yang masih berjibaku mencari korban. Sesekali tubuhnya bergetar menahan duka yang datang begitu tiba-tiba.
Banjir bandang yang menerjang kawasan itu pada Jumat (6/3/2026) malam telah merenggut orang-orang paling berharga dalam hidupnya. Sang istri, Komang Suci (44), serta kedua anak mereka, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12), terseret arus deras dan hingga kini belum ditemukan.
Di sekitar Kadek Witana, warga, relawan, hingga Bupati Buleleng hanya bisa menyaksikan kesedihan itu. Sebagian warga menatap dengan rasa iba, sementara yang lain memilih menundukkan kepala.
Suasana di lokasi sempat hening. Tak banyak kata yang terucap, seakan semua orang larut dalam duka yang dirasakan pria tersebut.
Satu Keluarga Jadi Korban
Keluarga Kadek Witana menjadi salah satu yang paling terdampak dalam peristiwa tersebut. Tiga anggota keluarganya dilaporkan hilang terseret banjir bandang.
Salah satu keluarga korban, Nyoman Mudra, mengatakan dalam kejadian itu satu keluarga menjadi korban.
“Yang hilang tiga orang, ibunya dan anaknya dua,” kata Nyoman Mudra di lokasi kejadian, Sabtu (7/3/2026).
Hingga kini, tim SAR bersama warga masih melakukan pencarian terhadap tiga korban yang terseret arus banjir bandang. Kadek Witana memilih tetap berada di lokasi, menunggu kabar dari proses pencarian keluarganya.
Sebelumnya diberitakan, banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, menyeret empat warga pada Jumat malam.
Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengungkapkan tim penyelamat langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan warga terseret arus banjir.
“Tim Rescue Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng bergerak pukul 22.30 Wita dengan enam personel menggunakan truk angkut personel serta membawa rubber boat dan peralatan SAR air,” kata Donny.
Sekitar pukul 23.10 Wita, tim SAR gabungan menemukan satu korban di aliran sungai wilayah Banjar Dinas Santal. Korban bernama Dewa Ketut Adi Suarjaya (55) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah Dewa Ketut kemudian dievakuasi menuju rumah duka di Banjar Dinas Santal, Desa Banjar, Buleleng. Sementara tiga korban lainnya, termasuk istri dan dua anak Kadek Witana, hingga kini masih dalam proses pencarian.
