Buleleng –
Banjir bandang di Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (6/3/2026). Bencana itu menelan empat korban jiwa, satu di antaranya masih hilang.
Empat korban yakni Ketut Adi Suarjana (55), Komang Suci (44) bersama dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12). Korban yang belum ditemukan yakni Putu Wini.
Berikut fakta pilu banjir bandang di Desa Banjar Buleleng yang telan empat korban jiwa.
Korban Pertama Hanyut Saat Selamatkan Mobil
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam pukul 18.15 Wita memicu luapan air yang tiba-tiba membesar dan menyeret empat warga. Korban pertama yang ditemukan meninggal dunia diketahui bernama Dewa Ketut Adi Suarjana (55), warga Dusun Santal. Ia terseret arus saat berusaha menyelamatkan mobil miliknya yang terparkir di depan rumah.
Kepala Dusun Santal, Ketut Sudiadika, mengatakan saat itu kondisi air sebenarnya masih relatif kecil ketika korban hendak memindahkan mobilnya. Namun situasi berubah dalam hitungan menit.
“Saat korban masuk ke mobil untuk memindahkan kendaraannya, tiba-tiba banjir membesar dan menghanyutkan korban beserta mobilnya,” kata Sudiadika Sabtu (7/3/2026).
Adi sempat keluar dari mobil dan berusaha menyelamatkan diri. Ia mencoba berpegangan pada pohon kopi yang berada di sekitar lokasi. Namun derasnya arus banjir yang membawa batang pohon besar menghantam tubuhnya hingga akhirnya ia terseret arus.
Warga yang melihat kejadian tersebut sempat berusaha memberikan pertolongan. Namun derasnya arus membuat mereka tidak mampu mendekat.
Setelah air mulai surut sekitar pukul 23.00 Wita, warga bersama-sama melakukan pencarian dengan menyusuri Pangkung Santal.
Korban akhirnya ditemukan sekitar 800 meter dari lokasi awal hanyut. Jasadnya tersangkut di semak bambu dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Saat pencarian saya melihat kepala korban terlebih dahulu tersangkut di bambu, tubuhnya tertutup lumpur dan sampah,” ujar warga yang menemukan korban, Nyoman Putra Arjaya.
Banjir Seret Sekeluarga
Keluarga Kadek Witana menjadi salah satu yang paling terdampak dalam peristiwa tersebut. Tiga anggota keluarganya yakni Komang Suci (44) bersama dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12), dilaporkan hilang terseret banjir bandang.
Salah satu keluarga korban, Nyoman Mudra, mengatakan dalam kejadian itu satu keluarga menjadi korban.
“Yang hilang tiga orang, ibunya dan anaknya dua,” kata Nyoman Mudra di lokasi kejadian, Sabtu (7/3/2026).
Perbekel Desa Banjar, Ida Bagus Dedy Suyasa, mengatakan saat banjir datang, Putu Wini sempat merekam kondisi air yang mulai meluap menggunakan ponselnya. Saat itu Suci dan Wahyu berada di dalam kamar rumah mereka, sementara sang ayah, Kadek Witana, berada di luar rumah.
Tak lama kemudian, luapan air dari Sungai Mendaum yang membawa lumpur serta batang-batang kayu besar menghantam rumah mereka. Dinding bagian barat rumah jebol dan menyeret ketiganya.
“Saat itu korban sempat mengatakan banjir sambil merekam dengan ponselnya, namun tiba-tiba banjir besar datang dan menghantam rumah hingga ketiganya hanyut,” kata Dedy.
Selain menimbulkan korban jiwa, banjir bandang juga merusak puluhan rumah warga di Desa Banjar. Hingga kini pemerintah desa masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah kerusakan dan kerugian.
“Sementara laporan yang kami terima ada puluhan rumah rusak, tetapi jumlah pastinya masih kami data,” pungkasnya.
Jasad Sang Ibu Ditemukan di Tumpukan Puing
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan penemuan jasad Komang Suci merupakan hasil pencarian hari kedua setelah air bah menerjang wilayah tersebut.
“Berdasarkan laporan dari Korpos Buleleng, total ada empat korban yang dilaporkan terseret banjir bandang. Dua korban sudah ditemukan sebelumnya,” kata Sidakarya.
Korban perempuan berusia 44 tahun itu ditemukan pada pukul 13.56 Wita di antara tumpukan puing dan sampah yang terbawa arus banjir. Tim SAR gabungan kemudian mengevakuasi jenazah korban pada pukul 14.18 Wita dan langsung membawanya ke RSUD Buleleng.
“Kami sudah menginformasikan kepada pihak keluarga untuk melakukan pengecekan, karena korban yang ditemukan berjenis kelamin perempuan dewasa. Sementara korban yang masih belum ditemukan adalah anak-anak,” jelasnya.
Jasad Anak Kedua Ditemukan di Laut
Jenazah Kadek Wahyu ditemukan mengapung di laut pada hari ketiga pencarian, Minggu (8/3/2026). Koordinator Pos SAR Buleleng, Kadek Donny Indrawan, mengatakan pencarian terhadap korban yang masih hilang dilanjutkan sejak pagi hari dengan membagi tim ke beberapa titik pencarian.
Ia menjelaskan, pada pukul 08.30 Wita tim SAR laut mulai melakukan penyisiran menggunakan rubber boat. Empat personel Pos SAR Buleleng bersama Balawista menyisir perairan dari Pantai Banjar ke arah barat.
Sementara itu, rubber boat milik Polair Polres Buleleng dengan tiga personel melakukan pencarian ke arah utara. Di lokasi lain, unsur SAR gabungan melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Banjar hingga menuju pantai serta di sekitar lokasi ditemukannya korban pertama.
Selain itu, alat berat juga dikerahkan untuk mengangkat timbunan material besar yang terbawa banjir bandang. Sekitar pukul 11.40 Wita, tim SAR laut kembali ke Pantai Banjar tapi belum menemukan korban.
Pencarian kemudian dilanjutkan pada pukul 14.00 Wita dengan menyisir perairan ke arah barat oleh tim Pos SAR Buleleng. Selanjutnya, pada pukul 15.07 Wita rubber boat Polair kembali melakukan penyisiran ke arah timur.
“Pencarian di perairan menemukan target sekitar pukul 15.42 Wita,” ujar Donny.
Wahyu ditemukan masih mengenakan kaos berwarna biru. Jenazahnya ditemukan di perairan Desa Dencarik, sekitar 3,5 kilometer dari rumah korban. Selanjutnya, jenazah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Buleleng.
