Badung –
Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.
Hasil penilaian seluruh peserta yang berlaga dalam Badung Caka Fest 2026 tidak langsung diumumkan saat penutupan festival. Panitia menjadwalkan pengumuman juara melalui media pada 11 Maret 2026.
“Hasil penilaian lomba ogoh-ogoh utama tidak langsung diumumkan saat festival berlangsung. Panitia menjadwalkan pengumuman pemenang pada 11 Maret 2026 melalui media,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Made Widiana, Minggu malam (8/3/2026).
Penyelenggara mencatat adanya lonjakan penonton yang signifikan terutama pada malam minggu yang mencapai dua kali lipat dari hari pertama. Meski kawasan Balai Budaya Giri Nata Mandala dipadati ribuan warga, pelaksanaan festival diklaim tetap berjalan kondusif.
Sebanyak 21 ogoh-ogoh yang tampil di tingkat kabupaten merupakan hasil seleksi ketat dari total 597 seka dan yowana (pemuda) di tujuh zona penilaian. Setiap zona mengirimkan tiga wakil terbaiknya ke Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung setelah melalui proses penjurian di tingkat bawah.
“Kami tetap mendorong agar pembuatan ogoh-ogoh melibatkan undagi lokal sehingga mampu memberdayakan seniman kita di daerah,” tegas Widiana.
Selain gelaran utama, terdapat pula rangkaian lomba ogoh-ogoh mini dan lomba foto dokumenter untuk mendokumentasikan proses kreatif para pemuda.
Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengapresiasi kreativitas 21 seka teruna, nominasi yang tampil karena kualitas karya yang dinilai merata dan sangat inovatif. Adi Arnawa melihat talenta muda di Badung mampu menerjemahkan filosofi Nyepi ke dalam karya seni yang luar biasa.
“Saya melihat bahwa mungkin ini tim juri akan sedikit kebingungan menentukan siapa yang menjadi pemenang gitu. Tapi di luar semuanya itu, tentu saya selaku kepala daerah sangat mengapresiasi daripada kreativitas seka teruna kita semua di Badung ini,” ujar Adi Arnawa seusai menonton ogoh-ogoh di Puspem Badung.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung menyiapkan bonus hibah masing-masing sebesar Rp 200 juta bagi setiap peserta yang berhasil lolos ke tingkat kabupaten, tetapi tidak mendapat juara, sebagai bentuk apresiasi seni. Dana tersebut diberikan agar para seniman muda tidak hanya sekadar mengejar juara, melainkan terus termotivasi memunculkan ide kreatif.
“Apalagi dengan kebijakan saya bagi yang mampu go to puspem, saya berikan walaupun dia tidak meraih juara, bantuan hibah Rp 200 juta. Ini sebagai bentuk sebenarnya apresiasi yang kami berikan selaku pemerintah untuk menghargai karya-karya seni yang dibuat oleh Sekehe Teruna sendiri,” jelas Adi Arnawa.
