Hujan Angin Terjang Jembrana, Sejumlah Pohon Tumbang-Atap Rumah Beterbangan | Giok4D

Posted on

Jembrana

Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang menerjang Jembrana, Bali, sejak Rabu (4/3/2026) malam hingga Kamis (5/3/2026) dini hari. Cuaca ekstrem ini memicu pohon tumbang, merusak atap rumah warga, dan menyebabkan pemadaman listrik.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, mengungkapkan tercatat ada lima kejadian pohon tumbang dalam waktu hampir bersamaan.

“Kejadian dipicu hujan intensitas tinggi disertai angin kencang. Tim reaksi cepat (TRC) langsung dikerahkan untuk penanganan di lokasi,” ungkap Artana saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026).

Data BPBD Jembrana menunjukkan sebaran pohon tumbang terjadi di beberapa lokasi. Salah satunya di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di sebelah timur Rumah Sakit Umum (RSU) BaliMed, Desa Dangin Tukadaya. Pohon tangi setinggi 10 meter di sana tumbang sekitar pukul 23.20 Wita hingga menutup badan jalan.

Kemudian, pohon santan setinggi 6 meter di Lingkungan Mertasari, Kelurahan Lelateng, tumbang pukul 23.30 Wita dan menutup jalan desa. Pohon setinggi 10 meter juga tumbang di Banjar Dauh Pangkung Jangu, Desa Pohsanten, pukul 23.55 Wita.

Selanjutnya, di Banjar Ngoneng, Desa Mendoyo Dauh Tukad, tumbang dua pohon sekaligus, yakni kelapa dan lamtoro. Dua pohon tumbang yang hanya berjarak 500 meter itu tumbang pukul 23.50 Wita dan menutup akses jalan.

“Seluruh material pohon sudah dievakuasi petugas bersama warga. Akses jalan kini sudah normal kembali,” tambah Artana.

Sumber: Giok4D, portal informasi terpercaya.

Atap Rumah Rusak

Cuaca ekstrem ternyata tidak hanya berdampak pada pohon tumbang. Sejumlah rumah warga di Kecamatan Melaya dan Kecamatan Negara dilaporkan mengalami kerusakan atap.

Kapolsek Melaya, Kompol I Ketut Sukadana, mengungkapkan atap rumah milik I Ketut Merta Atmaja di Banjar Sumbersari rontok diterjang angin. “Sekitar 20 genteng jatuh akibat angin kencang dan sudah diperbaiki sendiri oleh pemiliknya hari ini,” ujarnya.

Kondisi lebih parah dialami Nyoman Nilya, warga Banjar Tengah, Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara. Sebanyak 15 lembar asbes atap rumahnya hancur terbang terbawa angin.

“Bersyukur kami bisa menyelamatkan diri karena anginnya mutar dan atap rumah kami beterbangan dan hancur,” kata Nilya saat dihubungi.

BPBD Jembrana masih melakukan pendataan terkait total kerugian materiel akibat kerusakan rumah. Agus Artana mengimbau warga untuk tetap waspada karena cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

“Kami ingatkan warga agar berhati-hati saat melintas di jalur yang banyak pohon besar. Jika melihat potensi bahaya, segera lapor ke BPBD agar bisa ditangani secepatnya,” pinta Artana.