Lombok Timur –
Polisi menangkap empat orang terduga pelaku perusakan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keempatnya merupakan warga desa setempat berinisial AS (25), HM (34), SM (22), dan AM (20).
Kepala Seksi Humas Polres Lombok Timur, AKP Nikolas Oesman, membenarkan penangkapan empat terduga pelaku perusakan bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tersebut. Penangkapan dilakukan setelah menerima laporan dari pihak yayasan yang mengelola dapur MBG itu.
“Tim Opsnal Polres Lombok Timur telah melakukan penangkapan terhadap empat orang pelaku tindak pidana perusakan SPPG,” ujar Nikolas, Rabu (18/2/2026) malam.
Nikolas mengungkapkan warga merusak sejumlah fasilitas seperti gerbang dan kanopi pada dapur MBG tersebut. Ia memperkirakan pemilik dapur MBG itu mengalami kerugian sekitar Rp 30 juta.
“Atap bangunan dan pintu bangunan tersebut juga dirusak. Atas kejadian tersebut korban mengalami kerugian Rp 30 juta. Korban merasa keberatan kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres,” terang Nikolas.
Nikolas menuturkan keempat terduga pelaku diamankan di rumah masing-masing. Saat ini, terduga pelaku dan barang bukti telah diamankan di Polres Lombok Timur.
“Pelaku dan barang bukti kami amankan di Polres guna pengembangan dan proses hukum lebih lanjut,” pungkasnya.
Diketahui, dapur MBG di Desa Paok Lombok, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur, dirusak sejumlah orang warga pada Selasa (17/2/2026) malam. Aksi perusakan tersebut diduga dipicu oleh status lahan dapur MBG tersebut.
Kepala Desa Paok Lombok, Rasidi, mengatakan warga keberatan dengan lokasi dapur MBG yang dibangun di atas tanah wakaf. Menurut Rasidi, warga setempat juga sempat melakukan demonstrasi menuntut lokasi dapur tersebut dipindahkan.
“Sempat juga ada demo sebelumnya, warga saat itu menuntut dapur untuk dipindahkan lokasinya,” jelas Rasidi, Rabu.
