Karangasem –
Bupati dan Wakil Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata-Pandu Prapanca Lagosa (Gus Par-Pandu) terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pada tahun pertama kepemimpinan. Hal itu dilakukan melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.
Dua sektor tersebut menjadi fondasi pembangunan jangka panjang di Kabupaten Karangasem. Gus Par-Pandu pun berupaya meningkatkan pembangunan sekolah demi menunjang pendidikan serta meningkatkan layanan kesehatan untuk masyarakat.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang menjadi kunci dalam mencetak generasi muda yang unggul. Kami ingin memastikan anak-anak di Karangasem belajar di lingkungan yang layak, aman, dan mendukung kualitas pembelajaran,” ujar Gus Par, Minggu (22/2/2026).
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Pemkab Karangasem telah melakukan peningkatan infrastruktur sekolah melalui pembangunan dua paket ruang guru, kepala sekolah, dan tata usaha. Ada pula empat paket pembangunan sarana dan prasarana sekolah.
Setahun terakhir, Pemkab Karangasem merealisasikan pengadaan 1.530 unit mebel sekolah, rehabilitasi sedang dan berat empat paket ruang kelas,serta tiga paket laboratorium, hingga pemeliharaan rutin sarana pendidikan pada tujuh paket sekolah.
Selain itu, pembangunan tiga ruang kelas baru (RKB) juga dilakukan untuk menjawab kebutuhan daya tampung peserta didik. Gus Par menambahkan, peningkatan sarana dan prasarana sekolah dilakukan secara merata, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Gus Par ingin agar tidak ada kesenjangan kualitas pendidikan di wilayah tertentu. Menurut dia, seluruh warga Karangasem berhak mendapatkan pendidikan yang layak.
“Tidak boleh ada kesenjangan kualitas pendidikan hanya karena faktor wilayah,” jelas Gus Par.
Gus Par-Pandu juga melakukan sejumlah terobosan pada sektor kesehatan. Termasuk dengan memperluas jangkauan layanan melalui program Universal Health Coverage (UHC) yang menjamin akses layanan kesehatan bagi 200.278 jiwa.
Layanan kesehatan di Karangasem turut diperkuat dengan pengadaan ambulans AGUNG. Kemudian, ada pula rehabilitasi puskesmas dan puskesmas pembantu hingga pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis bagi 82.115 warga.
Upaya penanganan penyakit dan kesehatan ibu-anak turut menjadi perhatian. Dalam setahun ini, Pemkab Karangasem menuntaskan 2.419 kasus tuberkulosis (TBC), pelayanan kesehatan bagi 34.986 anak dan ibu hamil, serta penurunan prevalensi stunting hingga 3,47 persen.
Di tingkat rumah sakit, fasilitas pelayanan ditingkatkan melalui rehabilitasi ruang NICU, pembangunan ruang cytotoxic, serta pengadaan alat kesehatan CT Scan 64 slice. Sejumlah program kesehatan itu turut didukung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menekankan bahwa penguatan layanan kesehatan harus berjalan seiring dengan pemerataan akses. Hal tersebut untuk memastikan seluruh masyarakat Karangasem mendapat pelayanan yang maksimal.
“UHC memastikan seluruh masyarakat Karangasem mendapatkan perlindungan kesehatan. Yang terpenting, layanan ini harus mudah diakses dan kualitasnya terus kita tingkatkan,” kata Pandu.
Pandu menegaskan pembangunan sektor kesehatan tidak hanya terkait fasilitas, tetapi juga tentang kualitas hidup masyarakat. Sehingga, dia berujar, pelayanan kepada masyarakat harus diutamakan agar jangan sampai ada masyarakat yang tidak mendapatkan layanan kesehatan.
“Kesehatan adalah hak dasar. Dengan layanan yang kuat dan merata, kami ingin masyarakat Karangasem hidup lebih sehat, produktif, dan sejahtera,” pungkas Pandu.
