Mataram –
Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram memetakan 10 titik yang berpotensi menjadi lokasi mangkal anak jalanan, gelandangan, hingga pengemis (gepeng) saat Ramadan. Beberapa di antaranya, yakni kawasan Cakranegara, Mataram Mall, My Style, Ruby, Apolo, hingga Simpang Empat Tanak Aji.
“Biasanya mereka mangkal di tempat-tempat keramaian, termasuk di depan kantor PUPR NTB, Jalan Panjitilar, hingga di kawasan eks Bandara Selaparang,” ungkap Pekerja Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Mataram, Lalu M Aulia Husnurrido, saat dikonfirmasi, Minggu (22/2/2026).
Pria yang akrab disapa Rido itu mengungkapkan lokasi-lokasi tersebut juga kerap didatangi manusia silver, badut, hingga anak punk. Ia menegaskan petugas Dinsos Mataram akan menertibkan anak jalanan tersebut.
“Kami telah siagakan tim di titik-titik tersebut. Sekitar 42 orang kami turunkan untuk menertibkan mereka,” imbuh Rido.
Menurut Rido, anak jalan (anjal) yang menjual risoles di simpang-simpang jalan biasanya berasal dari Pejeruk, Kota Mataram. Sementara itu, warga yang menjadi badut di jalanan Mataram kebanyakan berasal dari wilayah Labuapi dan Lingsar, Lombok Barat.
“Sedangkan untuk manusia silver dan anak punk banyak dari luar (NTB). Ada pula anak-anak yang jualan nanas hingga pisang, banyak dari Kuripan, Lobar,” imbuhnya.
Diketahui, Dinsos Mataram telah menangkap 10 anak jalanan dan gepeng selama pekan pertama Ramadan. Mereka diamankan di sejumlah titik di Kota Mataram.
