Lombok Barat –
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (BPNU) Yahya Cholil Staquf meresmikan 36 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Puluhan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) itu dikelola oleh tim akselerasi NU yang tersebar di masing-masing pondok pesantren di NTB.
“Jadi sekarang sudah ada sekitar 200-an SPPG yang sudah beroperasi milik NU di Indonesia. Dan ada ratusan masih proses di dalam sistem Badan Gizi Nasional,” kata Gus Yahya di Ponpes Darul Qur’an Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, Sabtu (21/2/2026).
Gus Yahya menargetkan ada 1.000 unit SPPG milik NU bisa beroperasi di seluruh Indonesia pada tahun ini. Menurutnya, target tersebut sudah dicanangkan sesuai dengan hasil kesepakatan bersama Kepala BGN Dadan Hindayana.
“Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi target 1.000 SPPG yang dulu kami canangkan bersama-sama dengan Kepala BGN bisa tercapai,” ujarnya.
Gus Yahya mengingatkan petugas SPPG untuk memperhatikan menu kualitas dan gizi makanan yang akan dibagikan ke para penerima manfaat. Ia tidak ingin menu MBG yang dibagikan mengakibatkan keracunan massal.
“Kami meminta kepada kepala SPPG agar menu yang disajikan lebih dirasakan dan lebih bergizi,” kata Gus Yahya.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal turut hadir saat peresmian SPPG tersebut. Iqbal berharap yayasan dan pesantren bisa mandiri dengan adanya SPPG yang dikelola oleh NU tersebut.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
“Bayangkan satu jemaah di pesantren kelola 10 ayam petelur. Kalau 100 jemaah bisa kelola masing-masing 10 ayam petelur, bisa memenuhi 1.000 telur untuk SPPG dalam sehari,” ujar Iqbal.
“Saya senang sekali mendengar NU serius mengelola SPPG di Ponpes di NTB. Saya kira ini bisa menjadi basis perekonomian umat ke depan,” imbuhnya.
