Denpasar –
Pembukaan Festival Harmoni Imlek 2026 di Denpasar berlangsung meriah. Parade barongsai berangkat dari Kelenteng Sing Bie menuju Pura Desa di Pasar Badung, lalu Patung Catur Muka, dan berakhir di pelataran Ratu Mas Melanting Pasar Badung. Iring-iringan sempat memberikan penghormatan di Pura Desa.
Wakil Wali Kota (Wawali) Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya hadir dalam festival Imlek tersebut. Pembukaan festival juga dirangkai dengan prosesi pemotongan babi guling.
“Itu mencerminkan akulturasi Hindu-Buddha. Jadi, kami sudah menyatu di sini. Walaupun ini perayaan Imlek, kami juga mengadakan penghormatan di Pura Desa,” tutur Ketua Kelenteng Sing Bie Jro Sung Arsini, Sabtu, (21/2/2026).
Festival kemudian dilanjutkan dengan pelepasan burung merpati dan penampilan seni barongsai. Ada pula pertujukan wushu hingga pementasan tarian dari Sanggar Naluri Manca.
“Tahun ke tahun, masyarakat mulai membaur. Itu kenapa Imlek tahun ini mengangkat tema ‘Harmoni Imlek Nasional’, jadi harmoni membuat kita semakin damai dan semesta mendukung. Bersyukur hari ini diberi cuaca cerah,” imbuh Arsini.
Festival Harmoni Imlek 2026 juga dirangkai dengan festival kuliner khas China dan Bali. Area kuliner berada di sepanjang Jalan Kartini, Denpasar.
Ada sejumlah stan makanan dan minuman di area festival kuliner tersebut. Pengunjung bisa menjumpai makanan tradisional seperti tipat sate, siobak, nasi campur bali, dimsum, cakwe, bakpao, kue keranjang, kue kering, dan banyak lagi. Harga makanan di area festival mulai dari Rp 10 ribu.
“Antusiasmenya sangat tinggi. Padahal ini lagi bulan puasa juga, tapi ternyata ramai banget,” tutur Alvin, pemilik stan Kue Keranjang Nyonya Lim, Sabtu.
Festival Harmoni Imlek 2026 masih berlanjut hingga Minggu (22/2/2026). Kegiatan tersebut akan dimeriahkan oleh pementasan tarian dari Sanggar Agung Puri Jrokuta, Sanggar Tari IDB, Sanggar Maha Gita, dan Sanggar Pusering Bhuana.
