Mataram –
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram bakal memusatkan Lebaran Topat di dua titik, yakni di Taman Loang Baloq, Sekarbela, dan Makam Bintaro, Ampenan. Kegiatan ini bakal dilaksanakan pada hari ketujuh bulan Syawal atau seminggu setelah Idulfitri.
“Akan dilaksanakan di Loang Baloq Kecamatan Sekarbela dan di Makam Bintaro Kecamatan Ampenan,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Mataram, Cahya Samudra, Selasa (10/3/2026).
Cahya menuturkan seluruh kelompok sadar wisata (pokdarwis) di sepanjang garis pantai Mataram akan dikerahkan untuk melakukan pembersihan. Pasalnya, setiap perayaan Lebaran Topat, warga Mataram dan sekitar ramai-ramai berwisata di pantai.
“Kami sudah imbau kepada pokdarwis yang ada di pinggir pantai, tidak hanya pokdarwis di Loang Baloq dan Bintaro, tetapi di seluruh pantai, mulai dari Pantai Gading, Sunset Land, sampai ke Ampenan,” ujar Cahya.
Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, mengimbau warga yang menikmati Lebaran Topat agar tidak menggunakan kendaraan bak terbuka. Imbauan ini diberikan semata-mata untuk menjaga keselamatan, kesehatan, dan tertib lalu lintas.
“Tim dari pemkot akan terus stanby untuk melakukan pemantauan dan pengawasan di semua titik yang akan menjadi titik kumpul masyarakat yang merayakan Lebaran Topat,” kata Martawang.
Sebagai informasi, perayaan Lebaran Topat akan diawali iringan lagu tradisional Sasak hingga tarian khas Lombok, serta shalawat nabi. Puncak perayaan Lebaran Topat biasa disebut dengan ‘Ketupat Agung’ atau yang biasa dikenal dengan tradisi memperebutkan ketupat raksasa.
Seluruh masyarakat yang hadir di perayaan akan berlomba-lomba mendapatkan ketupat berbagai ukuran, mulai dari ketupat ukuran kecil hingga ketupat ukuran jumbo. Ketupat hasil rebutan warga di perayaan Lebaran Topat itu akan dimakan secara beramai-ramai atau dikenal dengan istilah ‘begibung’. Ketupat itu akan disantap masyarakat bersama menu khas Lombok, antara lain opor ayam, opor telur, ayam pelalah, sate bulayak hingga sayur urap.
