Denpasar –
Eskalasi konflik di Timur Tengah semakin memanas setelah Iran dan Israel saling melancarkan serangan. Diketahui, Iran kembali meluncurkan rudal ke Israel hingga memicu peringatan serangan udara di beberapa wilayah Israel.
Tak lama seusai diserang Iran, Israel mengaku telah menyerang peluncur rudal milik Iran. Serangan tersebut terjadi pada Senin (9/3) malam waktu setempat.
Dilansir dari pada Selasa (10/3/2023), militer Israel menyatakan telah mengidentifikasi serangan rudal Iran. Akibat serangan itu, warga disebut berupaya mencari perlindungan ke selter.
Sementara itu, layanan darurat Magen David Adom mengatakan pihaknya tidak menerima laporan korban jiwa setelah serangan rudal Iran terbaru. Sebelum serangan Iran terbaru itu, Israel telah mengumumkan gelombang serangan luas terhadap Teheran.
Iran Serang Instalasi Minyak di Teluk
Diberitakan sebelumnya, Iran kembali melancarkan rentetan serangan terhadap instalasi minyak di negara-negara Teluk pada Senin (9/3). Salah satu target serangan Iran adalah kilang minyak di Bahrain.
Serangan drone yang menargetkan instalasi energi di kawasan Teluk itu terjadi saat harga minyak dunia melonjak. Kenaikan harga dipicu kekhawatiran gangguan pasokan di tengah perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak akhir Februari lalu.
Fasilitas minyak Al Ma’ameer yang luas di Bahrain dilaporkan terkena serangan yang sempat menyebabkan kebakaran dan kerusakan. Perusahaan energi milik negara Bahrain, Bapco, menyatakan situasi force majeure atas insiden tersebut.
Bahrain menjadi negara produsen minyak terbaru di Teluk yang mengaktifkan klausul hukum tersebut. Sebelumnya, Qatar dan Kuwait telah lebih dulu menyatakan deklarasi serupa.
“Dengan ini, kami menyampaikan pemberitahuan force majeure pada operasi grup yang telah terdampak konflik regional yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan serangan baru-baru ini terhadap kompleks kilang minyak,” demikian pernyataan Bapco.
Sementara di Qatar, rentetan ledakan juga terdengar di ibu kota Doha pada Senin (9/3). Negara-negara Teluk lainnya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Kuwait juga melaporkan serangan baru di wilayahnya.
Negara-negara Teluk menjadi sasaran serangan Iran yang membalas pengeboman AS dan Israel sejak pekan lalu. Total 21 orang, termasuk 10 warga sipil dan tujuh tentara AS, dilaporkan tewas di kawasan Teluk sejak Iran mulai melancarkan serangan balasan tersebut.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
. Baca selengkapnya di sini!
