Objek Wisata Kerta Gosa di pusat Kota Semarapura merupakan ikon sejarah yang penting bagi Kabupaten Klungkung. Namun, kondisi bangunan pemedal agung di objek wisata itu memprihatinkan.
Pantauan infoBali, Kamis (8/1/2026) pintu masuk utama di sisi barat Objek Wisata Kerta Gosa mengalami kemiringan. Batu bata sebagai bahan penyusunnya mengalami keropos. Salah satu pintu berukir juga tampak rusak. Pemedal agung ini dikhawatirkan ambruk sewaktu-waktu.
Kepala Dinas Kebudayaan Klungkung, I Wayan Suteja, mengungkapkan telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 6 miliar untuk pemeliharaan Objek Wisata Kerta Gosa pada 2026. Anggaran itu tidak terbatas untuk pemeliharaan pemedal agung, melainkan juga revitalisasi Bale Kerta Gosa dan Bale Kambang.
“Saat ini masih berproses. Kami masih persiapan perencanaan yang nantinya akan melibatkan pihak puri,” terang Suteja saat dikonfirmasi infoBali, Kamis (8/1/2026).
Suteja berharap revitalisasi Objek Wisata Kerta Gosa bisa dilaksanakan tahun ini. Bila ditunda, kondisi bangunan bisa makin parah dan mengganggu aktivitas peribadatan maupun wisata. Sebab, umat Hindu juga bersembahyang di Objek Wisata Kerta Gosa.
“Kami berharap pemeliharaan bisa kami laksanakan tahun ini karena melihat kondisi eksisting pemedal agung sudah memprihatinkan. Kalau roboh, kami susah juga, nanti pemerintah lagi yang salah,” sambung Suteja.
Saat ini, proses revitalisasi masih terkendala status lahan Kerta Gosa. Belum ada kesepakatan antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung dengan Puri Klungkung terkait status lahan Kertha Gosa. Kendati demikian, Suteja optimistis saksi bisu dari peristiwa Puputan Klungkung tersebut akan pulih dan terus menjadi warisan sejarah kekuasaan Kerajaan Klungkung kepada generasi mendatang.
“Bapak Wakil dan Bapak Bupati yang akan memediasi. Semoga segera menemukan titik temu sehingga status lahan Kertha Gosa segera jelas sehingga dapat segera dilakukan pemeliharaan,” jelas Suteja.
