Denpasar –
Bali Turtle Island Development (BTID) selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali menggelar Island Bazaar di area terbuka University in Diversity (UID) Campus Bali. Bazar berlangsung selama dua hari yaitu 27-28 Februari 2026.
Pantauan di lokasi, puluhan tenant kuliner lokal Bali hingga nasional meramaikan area bazar dengan beragam sajian makanan. Menariknya, seluruh menu yang disajikan merupakan olahan tanpa daging babi. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan waktu pelaksanaan bazar yang bertepatan dengan bulan Ramadan.
“Karena ini bulan Ramadhan, kami menghindari yang kayak begitu-begitu. Tapi ada sapinya kok, ada penggantinya,” ujar Kepala Departemen Komunikasi, Zefri Alfaruqy.
Selain menawarkan ragam kuliner, Island Bazaar juga mengusung konsep ramah hewan peliharaan. Pengunjung diperbolehkan membawa anjing maupun kucing ke area acara. Bahkan, sejumlah tenant menyediakan produk perawatan serta makanan khusus untuk hewan peliharaan.
Selain menawarkan ragam kuliner, Island Bazaar juga mengusung konsep ramah hewan peliharaan. Pengunjung diperbolehkan membawa anjing maupun kucing ke area acara. Bahkan, sejumlah tenant menyediakan produk perawatan serta makanan khusus untuk hewan peliharaan.
Island Bazaar juga menampilkan pentas seni dari Oemah Seni Serangan dengan menampilkan tarian kembang girang dan joget dengan suasana senja. Antusiasme pengunjung terlihat saat para penari mengajak penonton ikut menari bersama.
Zefri menjelaskan Island Bazaar ini merupakan kali pertama digelar BTID.
“Event ini menjadi ajang uji coba, karena belum banyak yang mengetahui tentang KEK Kura-Kura Bali,” ujar Zefri.
Ia menambahkan, BTID berencana menjadikan Island Bazaar sebagai agenda rutin bulanan. “Ke depannya akan digelar setiap akhir bulan, di akhir pekan,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaannya, Island Bazaar melibatkan total 45 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Rinciannya terdiri dari 19 UMKM food and beverage, sembilan tenant ritel, serta sekitar 15 UMKM handicraft seperti kerajinan tas, pakaian, dan gantungan kunci.
Selain itu, bazar ini juga menjadi ruang bagi UMKM warga Serangan. Tiga tenant di antaranya merupakan milik warga setempat yang menyajikan produk khas seperti rujak bulung berbahan rumput laut hingga gorengan kelejat.
Selain itu, bazar ini juga menjadi ruang bagi UMKM warga Serangan. Tiga tenan di antaranya merupakan milik warga setempat yang menyajikan produk khas seperti rujak bulung berbahan rumput laut hingga gorengan kelejat.
“UMKM ada 19 tenant, retail ada 9, dan handicraft kurang lebih 15,” ujar Zefri.
Zefri berharap, dengan adanya Island Bazaar ini mampu menarik minat pengunjung. “Target kunjungan ditetapkan 250 orang per hari atau 500 orang untuk dua hari. Mudah-mudahan bisa tembus seribu orang,” pungkasnya.
