Badung –
Perumdam Tirta Mangutama atau PDAM Badung akan memasang alat pengaman pada ribuan unit water meter (meteran air), terutama yang berada di luar pekarangan rumah pelanggan. Langkah ini diprioritaskan untuk mengantisipasi maraknya pencurian yang meresahkan warga.
“Pengaman bertahap, karena proses produksi kan tidak bisa seketika, jumlahnya ribuan unit. Kami sudah buat, tetapi untuk pengaman lainnya yang jumlahnya banyak, kami sedang produksi,” kata Direktur Teknik Perumdam Tirta Mangutama I Made Suarsa, Rabu (11/2/2026).
Suarsa menjelaskan, pemasangan pengaman tidak dilakukan secara selektif. Seluruh meteran yang dinilai rawan karena posisinya jauh dari jangkauan pemilik akan dipasangi alat tersebut. Saat ini, tim lapangan masih melakukan pendataan sambil memasang pengaman yang sudah tersedia seiring proses produksi dari vendor.
“Target kami sebenarnya dua bulan bisa selesai, cuma ya kita lihat lagi progres di lapangan seperti apa. Kami bagi dengan beberapa vendor,” ujar Suarsa.
Berdasarkan data terbaru Perumdam Tirta Mangutama, jumlah meteran air yang hilang kini mencapai 84 unit. Angka tersebut meningkat dari laporan sebelumnya sebanyak 77 unit. Sebagian besar kasus pencurian terjadi di wilayah Kuta Selatan.
Aksi pencurian diduga menyasar material kuningan yang terdapat di dalam badan water meter untuk dijual ke pengepul. Pelaku disinyalir mempreteli komponen meteran karena unit WM utuh tidak bisa dijual kembali lantaran memiliki nomor seri yang tidak dapat dipalsukan.
“Motifnya mereka ya murni adalah mendapatkan sejumlah uang dari penjualan WM ini yang bisa dimanfaatkan. Karena kalau dipikir, enggak mungkin orang nyolong WM kemudian dipakai, karena dia sudah ada nomor seri yang tidak bisa diduplikasi. WM bekas dijual juga nggak mungkin, cuma PDAM yang pakai,” papar Suarsa.
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Akibat pencurian tersebut, kerugian fisik dari 77 unit meteran yang hilang sebelumnya diperkirakan mencapai Rp 51 juta, belum termasuk nilai air yang terbuang. Meski begitu, Perumdam memastikan pelanggan tidak dibebani biaya penggantian karena kejadian ini masuk kategori insiden tak terduga.
Untuk penggantian meteran, Perumdam Tirta Mangutama menggunakan pos anggaran darurat yang biasa dialokasikan untuk kerusakan teknis. Selain perbaikan fisik, direksi juga telah berkoordinasi dengan kepolisian, pemerintah, dan tokoh masyarakat setempat guna memperketat pengawasan lingkungan.
“Kami masih proses, ingin fokus pembenahan dulu sebelum ke langkah hukum. Jadi kami pun masih mendata, setelah itu dieksekusi. Nah setelah itu kami lakukan, barulah kami akan memikirkan langkah-langkah lanjutan,” pungkas Suarsa.
