Denpasar –
Komang Dyah Setuti resmi dilantik sebagai anggota DPRD Bali dari Partai Gerindra, Jumat (30/1/2026). Dyah menjalani mekanisme pergantian antarwaktu (PAW) menggantikan Nyoman Ray Yusha yang meninggal dunia pada Oktober 2025. Diketahui, Dyah merupakan istri Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles, pengusaha herbal terkemuka sekaligus mantan politikus senior di Bali.
Dyah juga menempati Komisi III DPRD Bali yang ditinggalkan Ray Yusha. Komisi III membidangi pembangunan yang tugasnya meliputi pengawasan, pembahasan anggaran, dan kebijakan terkait infrastruktur, pekerjaan umum, perhubungan, perumahan rakyat, serta lingkungan hidup.
“Tentunya saya melanjutkan tugas beliau di pembangunan. Tentunya visi saya memajukan dan bertanggung jawab dengan masyarakat,” ujar Dyah saat ditemui di gedung aula utama DPRD Bali setelah acara pelantikan, Jumat.
Pelantikan ini menjadi pengalaman pertamanya menjadi anggota dewan. Ia mengaku masih awam, tetapi siap belajar dan menjalankan amanah sebaik-baiknya.
“Itu tantangan banget buat saya terjun di politik. Jadi, menarik juga, yang di bawah itu seperti apa, kan kita ketemu dengan masyarakat. Karena ini pertama kali saya tidak ada salahnya, ya, kalau kita belajar,” beber Komang.
Selain bertanggung jawab dalam tugas-tugasnya di Komisi III DPRD Bali, Dyah juga menegaskan akan bertanggung jawab terhadap daerah pemilihannya (dapil), yakni Singaraja V.
“Tentunya saya juga bertanggung jawab dengan wilyah kami sendiri di Singaraja V,” imbuhnya.
Setelah resmi dilantik, Dyah lebih dahulu fokus membangun komunikasi internal yang baik agar program kerja yang akan dilaksanakan berjalan dengan baik. Ia menegaskan tidak akan membuat program kerja baru, melainkan melanjutkan program-program Ray Yusha.
“Fojus ke program kerja melanjutkan program kemarin yang dijalankan beliau. Hari ini juga akan rapat kembali,” katanya.
“Ini adalah amanah yang harus saya jaga,” sambung dia.
Dyah juga mengenang kebersamaan dengan Ray Yusha saat maju sebagai calon anggota legislatif (caleg). “Waktu itu kami nyalon bersama, tapi saya kalah suara. Hanya dua yang masuk ke provinsi. Beliau luar biasa, sangat berpengalaman dan perlu ditiru,” tutup Dyah.
Dukungan Pak Oles
Pelantikan Dyah Setuti di Komisi III DRPD Bali mendapat dukungan penuh dari sang suami, Gede Ngurah Wididana. Dia menyebut istrinya merupakan sosok yang aktif dan memiliki banyak kegiatan.
Wididana berharap sang istri mampu mengatur waktu dengan baik di tengah aktivitas yang cukup padat. Sebab, Dyah tidak hanya memiliki kesibukan di dunia politik, tetapi juga di berbagai kegiatan organisasi sosial hingga olahraga.
“Organisasi memang sibuk dari awal ya. Di olahraga atletik, lain-lain,” kata pria yang populer dengan nama Pak Oles itu saat ditemui di gedung aula utama DPRD Bali.
“Kalau tidak bisa mengatur nanti sakit,” sambung mantan Ketua Bappilu DPD Partai Demokrat Bali itu.
Sembari tersenyum, Wididana juga mengaku bersyukur karena empat anak-anak mereka telah dewasa dan mandiri, sehingga tidak menghambat aktivitas Dyah sebagai wakil rakyat.
“Anak-anak kami empat. Udah mandiri semua. Tiga sudah berkeluarga, tinggal satu yang masih kuliah,” tutur mantan anggota DPRD Bali itu.
Wididana mengaku dirinya telah berpengalaman dalam dunia politik dan kini telah pensiun. Namun, bagi sang istri ini merupakan kali pertamanya.
“Ya, saya sudah pensiun. Pensiun istirahat,” pungkasnya.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali menetapkan Komang Dyah Setuti sebagai pengganti Ray Yusha di kursi DPRD Bali. Dyah berada di posisi ketiga dengan perolehan 6.196 suara, di bawah Gede Harja Astawa di posisi kedua dan Ray di posisi pertama. Ray merupakan politikus senior yang meninggal dunia dalam usia 72 tahun pada Oktober 2025.
