Badung –
Aspal jalanan di Kerobokan Kelod, Kuta Utara, menjadi saksi bisu kepergian tragis seorang anggota komunitas motor di Bali, Juhaeryah Velina (46), yang dikenal penuh semangat. Tumpukan bunga hingga sesaji tampak menghiasi tepian jalan di sudut tiang listrik, lokasi insiden penjambretan yang menimpa Jenna di Jalan Pengubengan Kauh Kerobokan, Sabtu (7/2/2026) malam.
Pantauan di lokasi kejadian, Senin (9/2/2026), tampak tumpukan bunga dan sesaji diletakkan rekan-rekan komunitas sebagai bentuk penghormatan terakhir dan doa bagi mendiang. Kesedihan juga terlihat di akun Instagram milik korban yang kini dibanjiri ucapan duka cita dari para sahabat dan kerabat.
Kolom komentar dibanjiri doa dan kenangan manis dari kerabat yang seolah tak percaya langkah sang rider harus terhenti akibat aksi penjambretan. Ketua Umum Honda ADV Indonesia, Ali Abel, menegaskan Jenna adalah anggota komunitas motor Honda ADV Indonesia di Badung.
“Kejadian ini menimpa member kami yang akrab disapa Tante Jenna saat perjalanan pulang setelah mengikuti rapat dan Kopdar di The Forum Gallery Cafe menuju rumahnya di Kuta. Berdasarkan rekaman CCTV, korban dipepet dan diserempet oleh dua orang pelaku yang berusaha menjambret tasnya hingga motornya hilang kendali,” ujar Ali Abel, dalam keterangannya, Senin.
Pengurus Nasional Honda ADV Indonesia mengecam keras tindakan kriminal tersebut dan menuntut pertanggungjawaban penuh dari para pelaku. Mereka meminta kepolisian bergerak cepat mengusut tuntas kasus ini demi menjaga rasa aman para pengendara motor di wilayah Bali.
“Kami meminta pihak kepolisian segera menangkap dan menghukum pelaku seberat-beratnya karena aksi pembegalan ini sudah menghilangkan nyawa orang lain. Kami berharap ini menjadi kejadian terakhir di Bali sehingga keamanan bagi pengendara motor, khususnya perempuan di destinasi wisata utama ini, bisa tetap terjaga,” tegas Ali.
Keluarga besar Honda ADV Indonesia turut menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya rekan mereka yang dikenal sebagai sosok yang baik. Mereka mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
“Kami bersaksi bahwa Tante Jenna adalah orang yang sangat baik semasa hidupnya dan semoga almarhumah wafat dalam keadaan husnul khotimah serta diampuni segala dosanya. Kami sangat terpukul dan berharap keadilan segera ditegakkan melalui proses hukum yang adil dan transparan,” pungkas Ali.
Sementara itu, Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina mengatakan, korban sebenarnya tidak sendirian saat kejadian. Beberapa kerabat dan rekan korban juga disebut berada di belakang saat melintas di lokasi. Hanya saja, mereka belum sempat mencegat para pelaku karena sudah berhasil kabur.
Laporan awal pun menyebutkan korban mengalami kecelakaan tunggal. Kepastian korban tewas akibat coba dijambret pun terkuak saat polisi menerima rekaman CCTV. Agus mengatakan pelaku gagal membawa kabur barang berharga milik Velina alias Jenna karena terjatuh saat beraksi.
“Kami mendapatkan rekaman CCTV bahwasanya ada tarikan tas yang dilakukan oleh pelaku. Hal ini mengakibatkan korban oleng ke kiri dan menabrak tiang listrik,” kata Agus di Polsek Kuta Utara.
