Badung –
Seorang wanita bernama Juhaeryah Velina (46) tewas karena dijambret di Jalan Pengubengan Kauh Kerobokan, Badung, Bali, Sabtu (7/2/2026) malam. Ia tewas setelah motor yang dikendarai menabrak tiang listrik.
Wanita yang akrab disapa Tante Jenna itu merupakan anggota komunitas motor matik di Bali. Peristiwa nahas itu terjadi seusai Velina pulang menghadiri acara komunitas motor matik di kawasan Kerobokan.
Berikut fakta-fakta rider wanita tewas dijambret di Kerobokan.
Dibuntuti Dua Pria
Peristiwa bermula saat Tante Jenna melintas mengendarai sepeda motor di jalan tersebut. Dua pria yang membuntuti korban kemudian menarik paksa tas dari sisi kiri motor yang sedang melaju. Akibat tarikan mendadak itu, Tante Jenna tersebut kehilangan kendali.
Aksi penjambretan tersebut terekam kamera CCTV di sekitar lokasi. Dalam rekaman terlihat motor matik yang dikendarai korban oleng sebelum akhirnya menghantam tiang listrik di pinggir jalan.
Tante Jenna ditemukan warga dalam kondisi terkapar tak lama setelah benturan keras terjadi. Sementara itu, kedua pelaku sempat terjatuh sebelum akhirnya melarikan diri ke arah selatan.
Gagal Rampas Tas
Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina mengungkapkan upaya penjambretan itu terkuak melalui rekaman kamera pemantau atau CCTV. Menurutnya, pelaku jambret tersebut gagal merampas tas Tante Jenna.
“Kami mendapatkan rekaman CCTV bahwasanya ada tarikan tas yang dilakukan oleh pelaku. Hal ini mengakibatkan pengemudi atau almarhumah itu oleng ke kiri dan menabrak tiang listrik,” kata Agus di Polsek Kuta Utara, Senin (9/2/2026).
Agus mengatakan pelaku gagal membawa kabur barang berharga milik Tante Jenna karena terjatuh saat beraksi. Polisi menyebut insiden tersebut terjadi pada Sabtu malam.
“Tidak ada (barang korban) yang hilang karena kemungkinan gagal. Kalau kita lihat dari rekaman CCTV, korban dan pelaku jatuh di jalanan,” imbuhnya.
Korban Tidak Sendirian
Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Agus Pasek Sudina mengatakan, korban sebenarnya tidak sendirian saat kejadian. Beberapa kerabat dan rekan korban juga disebut berada di belakang saat melintas di lokasi. Hanya saja, mereka belum sempat mencegat para pelaku karena sudah berhasil kabur.
“Kami mendapatkan rekaman CCTV bahwasanya ada tarikan tas yang dilakukan oleh pelaku. Hal ini mengakibatkan korban oleng ke kiri dan menabrak tiang listrik,” kata Agus di Polsek Kuta Utara.
Diduga Pemain Baru
Polisi menduga para pelaku adalah pemain baru yang beraksi secara spontan saat jam ramai dan jalur padat. Padahal, Agus berujar, kondisi seperti itu biasanya dihindari oleh pelaku jambret berpengalaman.
Menurut Agus, korban sebenarnya tidak sendirian saat kejadian. Beberapa kerabat dan rekan korban juga disebut melintas di lokasi.
“Pengamatan kami ini kemungkinan pemain baru karena aksinya terkesan dipaksakan di jam-jam yang masih banyak lalu lintas dan di jalur yang padat. Jadi tidak dibuntuti dari jauh, tetapi di saat melihat momen ada kesempatan, di situ barang korban berusaha dirampas,” ujarnya.
Korban Baru Pulang Kopdar
Ketua Umum Honda ADV Indonesia, Ali Abel, menegaskan Tante Jenna adalah anggota komunitas motor Honda ADV Indonesia di Badung.
“Kejadian ini menimpa member kami yang akrab disapa Tante Jenna saat perjalanan pulang setelah mengikuti rapat dan Kopdar di The Forum Gallery Cafe menuju rumahnya di Kuta. Berdasarkan rekaman CCTV, korban dipepet dan diserempet oleh dua orang pelaku yang berusaha menjambret tasnya hingga motornya hilang kendali,” ujar Ali Abel, dalam keterangannya, Senin.
Dimakamkan di Tangerang
Tante Jenna sempat dilarikan ke Rumah Sakit Garba Med, Kerobokan. Namun, perempuan berusia 46 tahun itu dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 01.00 Wita pada Minggu (8/2/2026). Saat ini, jenazah Tante Jenna sudah dibawa oleh keluarga untuk proses pemakaman ke daerah asalnya di Tangerang.
Bunga dan Sesaji Hiasi Lokasi Kejadian
Tumpukan bunga hingga sesaji tampak menghiasi tepian jalan di sudut tiang listrik, lokasi insiden penjambretan yang menimpa Jenna di Jalan Pengubengan Kauh Kerobokan.
Pantauan di lokasi kejadian, Senin (9/2/2026), tampak tumpukan bunga dan sesaji diletakkan rekan-rekan komunitas sebagai bentuk penghormatan terakhir dan doa bagi mendiang. Kesedihan juga terlihat di akun Instagram milik korban yang kini dibanjiri ucapan duka cita dari para sahabat dan kerabat.
Kolom komentar dibanjiri doa dan kenangan manis dari kerabat yang seolah tak percaya langkah sang rider harus terhenti akibat aksi penjambretan.
Dikenal Sosok yang Baik
Keluarga besar Honda ADV Indonesia turut menyampaikan duka mendalam atas berpulangnya rekan mereka yang dikenal sebagai sosok yang baik. Mereka mendoakan agar almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
“Kami bersaksi bahwa Tante Jenna adalah orang yang sangat baik semasa hidupnya dan semoga almarhumah wafat dalam keadaan husnul khotimah serta diampuni segala dosanya. Kami sangat terpukul dan berharap keadilan segera ditegakkan melalui proses hukum yang adil dan transparan,” pungkas Ali.
