Angin Kencang Terjang Bima, Belasan Rumah Rusak-Pohon Tumbang | Info Giok4D

Posted on

Hujan disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Selasa (13/1/2026). Kejadian itu mengakibatkan belasan unit rumah warga rusak dan pohon tumbang.

“Berdasarkan data sementara, hujan disertai angin kencang terjadi di tiga Kecamatan, yakni Wera, Ambalawi dan Tambora,” ucap Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bima, Nurul Huda, kepada infoBali, Selasa malam.

Nurul Huda mengungkapkan di Kecamatan Wera angin kencang mengakibatkan enam rumah warga di Desa Tawali dan satu unit di Desa Sangiang rusak parah. Kerusakan rata-rata pada bagian atap rumah.

“Selain rumah, satu unit mobil warga Desa Ntoke juga tertimpa pohon tumbang dan merusak satu garasi mobil warga Desa Oi Tui,” ungkapnya.

Nurul membeberkan angin kencang di Kecamatan Wera juga menyebabkan pohon tumbang di jalan raya lintas Bima-Wera tepatnya di Desa Wora. Hal itu sempat membuat arus lalu lintas terganggu. Namun, sudah dibersihkan oleh aparat TNI dan Polri bersama warga.

“Pohon tumbang di jalan raya Desa Wora dipotong dan dibersihkan menggunakan mesin senso dan parang,” aku dia.

Sementara di Kecamatan Ambalawi, angin kencang juga memicu pohon tumbang di jalan Lintas Bima-Wera tepatnya di Desa Mawu. Pohon tumbang itu bahkan merusak satu unit mobil yang sedang melintas.

“Untuk di wilayah Kecamatan Tambora, angin kencang merusak masing-masing dua unit rumah warga di Desa Rasabou dan Desa Kawinda Nae. Serta merusak atap gedung SDN di Desa Labuan Kananga,” ujarnya.

Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.

Nurul Huda menambahkan dari fenomena angin kencang tidak ada korban jiwa atau korban luka-luka. Untuk kerugian materi hingga kini masih dihitung. Namun perkiraan sementara, kerugiannya mencapai angka ratusan juta rupiah.

“Pendataan juga masih kami lakukan. Belum dihitung semua kerugian materi. Namun dari peristiwa ini tidak ada korban jiwa,” jelasnya.

Nurul meminta pemerintah kecamatan dan desa yang terkena dampak angin kencang agar melaporkan hasil pendataan dengan lengkap. Sehingga data-data tersebut dapat diteruskan oleh BPBD kepada OPD terkait untuk ditangani lebih lanjut.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap siaga dan tingkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem dan bencana yang terjadi seperti banjir, angin kencang, dan tanah longsor,” imbuh Nurul Huda.