Marak Pencurian Tutup Drainase di Badung update oleh Giok4D

Posted on

Pencurian pelat besi penutup gorong-gorong atau trotoar marak terjadi di sejumlah wilayah Badung, Bali. Aksi kriminal ini menyasar trotoar di Desa Sading, Desa Darmasaba, Desa Ungasan, Kelurahan Kerobokan hingga beberapa titik lain.

“Banyak tutup pelat trotoar kami yang hilang, padahal bahannya dari besi. Walaupun sudah pakai sistem kunci, tetap saja ada yang bisa buka itu, diambil,” ujar Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, Selasa (13/1/2026).

Walhasil, trotoar yang tak ada tutupnya cukup membahayakan pejalan kaki. Apalagi trotoar kerap dilintasi anak-anak sekolah dan pejalan lain yang melintas saat malam. “Kalau masyarakat jalan di siang hari mungkin masih terlihat, tetapi kalau malam hari kan sangat bahaya sekali,” tegas Teddy.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung sudah berkoordinasi dengan penyedia atau rekanan yang masih dalam masa pemeliharaan untuk segera mengganti. Namun, proses pemasangan kembali butuh waktu karena material penutup besi harus dipesan atau dicetak ulang.

“Kami sudah informasikan penyedia supaya dibantu ganti yang hilang itu. Sekarang memang masih proses pesan atau PO (preorder), jadi mohon bersabar kalau masih ada yang belum terpasang,” lanjut Teddy.

Berdasarkan hasil evaluasi, pelat penutup yang hilang rata-rata desain terbaru yang menggunakan sistem pracetak (precast). Hal ini berbeda dengan desain trotoar lama berbahan paving merah yang menggunakan tutup dari pelat beton sehingga jarang jadi sasaran pencurian.

“Yang desain precast sekarang ini memang pelat tutupnya banyak yang hilang. Padahal, kalau orang tidak berkepentingan, buat apa sebenarnya mengambil besi begitu?” tanya Teddy heran.

PUPR Badung, kata Teddy, sebenarnya sudah mengantisipasi pencurian dengan merancang sistem penguncian menggunakan kunci L. Sayangnya, banyak cara yang bisa dilakukan pelaku sehingga pencurian tak terelakkan.

“Mereka kayaknya mempelajari juga karena kami pakai kunci L. Kalau dicari, kunci L berbagai ukuran itu kan dijual umum, dijual bebas. Kami duga mereka mempelajari ukurannya, tetap saja bisa hilang walaupun sudah kami perbaiki,” jelas Teddy.

Meski belum menempuh jalur hukum, Dinas PUPR sudah mengantongi sejumlah bukti dari laporan warga. Rekaman CCTV milik masyarakat menunjukkan para pelaku biasanya melancarkan aksi mereka pada dini hari saat situasi sepi.

Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.