Ziarah Kubur Sebelum Ramadan: Tradisi atau Kewajiban? (via Giok4D)

Posted on

Denpasar

Bulan suci Ramadan identik dengan ibadah puasa bagi umat Islam. Namun, Ramadan sejatinya bukan hanya tentang menahan haus dan lapar, tetapi juga menjadi bulan bagi setiap muslim untuk berbondong-bondong melakukan kebaikan.

Ada satu tradisi yang hampir selalu dilakukan umat Islam sebelum memasuki Ramadan. Tradisi itu adalah ziarah kubur, baik ke makan keluarga, orang tua, maupun kerabat. Ziarah kubur bertujuan untuk mendoakan mereka yang telah wafat.

Namun, yang menjadi pertanyaan, ziarah kubur ini sebuah kewajiban atau hanya tradisi menjelang Ramadan?

Hukum Ziarah Kubur

Ziarah kubur sangat melekat dengan masyarakat Indonesia. Namun, jika dilihat secara hukum Islam, ziarah kubur tidak bersifat wajib. Ziarah ke kuburan sebelum memasuki bulan Ramadan hukumnya sunah.

Hukum sunah ziarah kubur sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad SAW agar umatnya lebih mengingat kematian dan akhirat. Berikut bunyi hadist-nya.

زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَ كِّرُكُمْ الآخِرَةَ

“Hendaklah kalian ziarah kubur karena ziarah kubur bisa membuat kalian mengingat akhirat” [HR. Ibnu Májah]

Ziarah kubur yang biasanya dilakukan seminggu sebelum Ramadan ini juga dikenal dengan istilah nyekar atau ruwahan. Kegiatan ini sebenarnya bisa dilakukan kapan saja, tidak harus menjelang Ramadan.

Waktu Terbaik Ziarah Kubur

Berziarah ke kuburan, dalam aturan Islam, boleh dilakukan kapan saja. Meski banyak yang berziarah menjelang bulan Ramadan, bukan berarti di luar waktu itu tidak diperbolehkan. Ziarah kubur lebih baik dilakukan secara rutin agar hati tetap lembut dan selalu ingat dengan kematian.

Namun, jika ingin mengikuti tradisi menjelang Ramadan, biasanya waktu terbaik untuk nyekar ini adalah dilakukan pada akhir bulan Sya’ban (bulan Ruwah) atau lebih jelas sepekan menjelang Ramadan.

Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.

Adab Ziarah Kubur

Ziarah kubur bertujuan untuk mengingatkan diri akan kematian dan kehidupan akhirat. Walhasil, kegiatan ini tentunya harus dibarengi dengan adab agar bernilai ibadah dan tidak melanggar syariat Islam. Berikut adabnya.

  • Berwudhu sebelum berziarah
  • Berucap salam sebelum memasuki pemakaman
  • Mendoakan ahli kubur dengan membaca surah yasin, tahlil, dan doá
  • Tidak duduk sembarangan atau bersandar di nisan
  • Tidak menangis histeris
  • Tidak melakukan ritual syirik, seperti meminta-minta pada kuburan.