Warga Mataram Diminta Tunda Umrah Akibat Konflik Timur Tengah

Posted on

Mataram

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengimbau warga menunda keberangkatan ibadah umrah ke Arab Saudi. Imbauan itu menyusul ketegangan di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang hingga kini masih memanas.

“Walaupun antusiasme masyarakat untuk ibadah ke Tanah Suci sangat tinggi, kondisi geopolitik saat ini menuntut waspada ekstra. Karena itu, umrah sebaiknya ditunda hingga kondisi aman,” kata Asisten I Setda Kota Mataram, Lalu Martawang, saat dikonfirmasi di Mataram, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, situasi konflik berdampak pada sejumlah penerbangan internasional. Penerbangan dari Indonesia menuju Timur Tengah maupun sebaliknya dilaporkan mengalami gangguan.

“Beberapa jemaah dilaporkan sempat tertahan di Bandara Jeddah. Walaupun ada juga sebagian yang berhasil kembali ke Tanah Air, tanpa hambatan,” jelasnya.

Martawang juga meminta agen travel umrah di Mataram terus berkoordinasi dengan mitra di Timur Tengah untuk memastikan kondisi terkini.

“Menjaga keselamatan itu yang utama. Jangan sampai karena euforia ingin ibadah, kita tidak mempertimbangkan risiko keamanan di sana. Koordinasi yang kuat antara calon jemaah, biro perjalanan serta otoritas sangat diperlukan untuk menghindari kesulitan di kemudian hari,” pungkasnya.

Di tengah imbauan tersebut, sebanyak 1.415 jemaah umrah asal Nusa Tenggara Barat (NTB) dipastikan dalam kondisi aman dan tetap menjalankan ibadah di Arab Saudi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah NTB, Lalu Muhammad Amin, memastikan seluruh jemaah yang masih berada di Tanah Suci terpantau aman. Dari jumlah itu, 43 orang dijadwalkan pulang ke Indonesia pada 2 Maret 2026.

“Hingga hari ini ada 1.415 orang dan yang terjadwal pulang pada hari ini, 2 Maret 2026. Sebanyak 43 orang,” kata Amin kepada, Senin (2/3/2026) malam.

Amin mengatakan pihaknya terus memperbarui data jemaah yang berangkat maupun yang akan kembali ke Tanah Air. Pemantauan dilakukan secara berkala untuk memastikan tidak ada kendala, terutama pada penerbangan.