Flores Timur –
Bangkai sapi ditemukan tergeletak di semak-semak dekat Jalan Trans Larantuka-Maumere, tepatnya di Desa Mokantarak. Temuan itu viral di media sosial dan menuai sorotan karena dinilai mencemari lingkungan.
Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunter) Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyayangkan tindakan pemilik sapi yang membuang bangkai hewan begitu saja di dekat jalan raya.
“Waduh! Keterlaluan sekali, pemilik tidak bertanggung jawab begini berdampak pada pencemaran lingkungan,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Perkebunan dan Peternakan Flores Timur, Vianey Kiti Tokan, saat dikonfirmasi, Senin (2/3/2026).
Vianey menjelaskan, meski saat ini tidak ditemukan penyakit menular pada sapi, pembuangan bangkai di ruang terbuka tetap berpotensi mengganggu kesehatan dan kenyamanan warga karena menimbulkan bau tak sedap.
“Imbauannya adalah sapi yang mati wajib dikubur agar tidak mengganggu kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan,” tandasnya.
Kasus ini pertama kali ramai setelah diunggah di Facebook pada hari yang sama. Bangkai sapi terlihat berada di antara tumpukan sampah di pinggir jalan, memicu reaksi warganet.
“Hewan mati dikubur bukan dibuang sembarang begini. Kasihan masyarakat yang lewat nanti. Ini bukan tikus, tapi sapi. Parah,” tulis Nilson Chean di dinding Facebook Grup Suara Flotim.
Dari foto yang diterima, tampak karung semen berserakan di sekitar bangkai sapi tersebut.
