Gianyar –
Bupati Gianyar I Made Mahayastra membeberkan refleksi capaian kinerja selama satu tahun kepemimpinannya untuk periode kedua. Ia juga menyampaikan evaluasi pembangunan pada awal periode kedua masa kepemimpinannya.
Mahayastra menekankan pentingnya profesionalitas birokrasi melalui penyusunan kalender kerja harian dan kertas kerja yang terukur. Hal itu dia ungkapkan saat memimpin apel yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Gianyar di halaman kantor Bupati Gianyar, Senin (2/3/2026).
Baca info selengkapnya hanya di Giok4D.
Dalam arahannya, Mahayastra menekankan pentingnya kedisiplinan di hadapan para ASN Pemkab Gianyar. Ia menilai kehadiran harus selaras dengan hasil kerja nyata.
“Program sebagus apa pun tidak akan berjalan tanpa eksekutor yang kuat dan disiplin. Karena itu saya minta setiap bidang memasang kertas kerja yang jelas. Apa yang dikerjakan, kapan dimulai, dan kapan selesai,” ujar Mahayastra dalam keterangannya, Senin.
Mahayastra juga menyoroti pengelolaan APBD Kabupaten Gianyar yang telah mencapai lebih dari Rp 4,3 triliun. Menurut dia, angka tersebut merupakan amanah besar yang perlu secara bertanggung jawab.
“Kita mengelola uang rakyat dalam jumlah besar. Jangan pernah berpikir menyalahgunakan walaupun kecil, karena jika dikalikan ribuan ASN, nilainya akan sangat besar,” imbuh politikus PDIP itu.
Mahayastra lantas memaparkan capaian di bidang pelayanan publik. Beberapa di antaranya program bantuan kesehatan, pemberian beasiswa bagi ribuan lulusan SMA/SMK ke perguruan tinggi dan LPK, serta digitalisasi layanan berbasis aplikasi demi transparansi dan profesionalitas.
Selain itu, Mahayastra turut mengapresiasi raihan Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) oleh Rumah Sakit Umum Payangan. Ia mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya untuk mewujudkan birokrasi yang melayani dan bebas korupsi.
Terkait pelayanan kesehatan, Mahayastra memastikan RSUD Sanjiwani akan membuka layanan jantung terpadu dengan peralatan medis modern pada November mendatang. Dengan begitu, warga Gianyar tidak lagi harus dirujuk ke luar daerah untuk pemasangan ring atau tindakan by pass.
Mahayastra menegaskan dirinya berkomitmen untuk menuntaskan seluruh program yang telah tertuang dalam RPJMD secara terukur dan tepat waktu. Menurutnya, kepemimpinan bukan untuk mencari popularitas di media sosial. Melainkan untuk meninggalkan karya nyata yang dapat dinikmati masyarakat.
“Keberhasilan ini 70 persen karena dukungan saudara semua. Namun sebagai Bupati saya harus tetap tegas. Empat tahun ke depan kita harus tetap dalam mode kerja serius dan penuh konsentrasi. Jika pimpinan tidak kencang, birokrasi bisa kembali ke pola lama,” ujarnya.
Sebagai informasi, apel awal Maret ini juga menjadi momentum untuk penguatan komitmen seluruh ASN Pemkab Gianyar agar terus meningkatkan profesionalitas, integritas, dan semangat pengabdian. Dalam kesempatan tersebut, Mahayastra juga menyerahkan penghargaan kepada tujuh atlet asal Gianyar yang meraih medali emas dalam ajang Sea Games Thailand.
