Badung –
Suasana berbeda terlihat di kawasan Taman Griya, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Bali. Sebab, pusat jajanan takjil saat bulan Ramadan digelar di dalam area Banjar Adat Taman Griya. Biasanya, balai banjar itu lebih sering digunakan untuk beragam kegiatan adat oleh warga Hindu setempat.
Ketua Pecalang Banjar Adat Taman Griya, I Wayan Sudita, mengatakan kegiatan tersebut baru pertama kali dilakukan pada Ramadan tahun ini. Inisiatif itu muncul karena pada Ramadan tahun-tahun sebelumnya banyak pedagang berjualan di pinggir jalan hingga memicu kemacetan arus lalu lintas.
“Biar jalan tidak macet, kami alihkan. Kami minta izin dulu ke prajuru banjar apakah boleh pedagang itu dimasukkan ke dalam untuk mengurangi kemacetan yang di luar,” ujar Sudita saat ditemui di Banjar Adat Taman Griya, Sabtu (21/2/2026).
Sudita mengatakan para pedagang menyambut baik kebijakan tersebut. Aktivitas jual beli takjil pun kini menjadi lebih tertib dan nyaman dibandingkan berjualan di tepi jalan seperti tahun-tahun sebelumnya.
Pantauan pada Sabtu sore, pengunjung mulai berdatangan ke Banjar Adat Taman Griya sekitar pukul 17.00 Wita. Sebagian besar pedagang berjualan makanan ringan seperti kue, kolak, jajanan pasar, hingga aneka camilan dan minuman menyegarkan.
Menurut Sudita, terdapat sekitar 43 pedagang yang jualan takjil di balai banjar tersebut. Pihak banjar juga tidak mematok biaya sewa dengan nominal tertentu. Para pedagang hanya diminta memberikan punia kebersihan sebesar Rp 5.000 per hari secara sukarela.
“Kesadaran pedagang, kami sudah menyediakan tempat ini. Nanti dari pedagangnya kasih punia kebersihan,” imbuh Sudita.
Pusat jajanan takjil di Banjar Taman Griya mulai dibuka sejak Sabtu (21/2) dan akan berlangsung hingga 16 Maret mendatang. Setelah itu, area banjar akan disterilkan untuk persiapan Hari Raya Nyepi.
Sudita menegaskan inisiatif ini juga merupakan bentuk toleransi antarumat beragama pada bulan Ramadan. Hal ini, dia berujar, merupakan wujud kebersamaan di Taman Griya, Jimbaran.
“Walaupun kita beda agama, kami ikut berpartisipasi untuk Ramadan ini. Pokoknya kami jalani dengan ikhlas,” kata Sudita.
