Akses jalan utama menuju SDN 4 Pucaksari, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng, Bali, terputus akibat ambles, Kamis (15/1/2026) akibat tergerus aliran sungai yang meluap saat hujan deras. Kondisi ini membuat aktivitas siswa dan guru terancam terganggu, terutama saat cuaca hujan.
Kepala SDN 4 Pucaksari I Ketut Dipayana mengatakan putusnya jalan diketahui setelah pihak sekolah berkoordinasi dengan anggota komite sekolah. Jalur tersebut merupakan akses utama yang biasa dilalui warga dan sebagian besar siswa.
“Setelah saya koordinasi dengan anggota komite, memang jalannya terputus. Tapi kondisi bangunan sekolah sendiri masih aman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (15/1/2026).
Meski akses utama terputus, kegiatan belajar mengajar masih memungkinkan dengan memanfaatkan jalur alternatif. Namun, jalur tersebut hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki dan sangat bergantung pada kondisi cuaca.
“Kalau tidak hujan deras, anak-anak biasanya masih bisa lewat pundukan sawah. Tapi yang lewat sana hanya beberapa siswa saja,” jelasnya.
Ia memerinci, sekitar delapan siswa yang berasal dari arah Desa Titab terdampak langsung akibat akses jalan terputus. Sementara siswa lainnya relatif aman karena berasal dari wilayah lain.
Untuk tenaga pendidik, pihak sekolah masih menunggu perkembangan situasi. Rencananya, para guru akan memarkir sepeda motor di rumah warga terdekat, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 200 meter menuju sekolah.
“Besok kami lihat dulu situasinya. Kalau Senin, kemungkinan motor dititipkan di rumah warga, lalu kami jalan kaki,” katanya.
Terkait kemungkinan pembelajaran daring, pihak sekolah mengaku pernah melaksanakannya saat masa pandemi COVID-19. Namun, keputusan tersebut masih akan dibahas bersama komite sekolah.
“Kalau daring, kami harus koordinasi dulu dengan komite dan orang tua siswa. Soalnya kesiapan orang tua beda-beda, daring kan butuh paket internet juga,” imbuhnya.
Saat ini, SDN 4 Pucaksari memiliki total 21 siswa, termasuk dua siswa baru. Jumlah tenaga pendidik sebanyak sembilan orang, terdiri dari guru kelas dan satu guru olahraga. Sekolah tersebut masih kekurangan guru agama.
Pihak sekolah berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk segera menangani akses jalan yang amblas agar aktivitas pendidikan tidak terganggu, terutama di tengah cuaca yang masih diguyur hujan.
Jembatan Putus
Derasnya debit air sungai membuat jembatan Tukad Yeh Leh yang menghubungkan Desa Bongancina dan Desa Dapdap Putih ambruk dan tak bisa dilalui kendaraan.
Putusnya jembatan tersebut memutus akses utama warga antardesa. Selain itu, luapan air sungai juga menyebabkan jalan di Desa Pucaksari terputus akibat tergerus aliran air.
Berdasarkan laporan kepolisian, bencana serupa terjadi di beberapa titik lain di Busungbiu. Longsor dan pohon tumbang menutup jalur utama Dusun Tista menuju Pupuan, sementara pohon tumbang di Desa Subuk melintang di jalan raya hingga membuat arus lalu lintas lumpuh total.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz, mengatakan personel Polsek Busungbiu bersama BPBD dan warga langsung turun ke lapangan untuk menangani dampak bencana, termasuk mengamankan lokasi jembatan dan jalan yang terputus.
“Personel masih berada di lapangan untuk membersihkan material longsor dan pohon tumbang serta mengamankan titik jembatan dan jalan yang putus. Karena kejadian terjadi di beberapa lokasi, penanganan dilakukan bertahap,” ujar Yohana, Kamis malam.
