Daftar Isi
Denpasar –
Bau mulut saat puasa Ramadan kerap menjadi keluhan banyak orang. Kondisi ini sering dikaitkan dengan makanan yang dikonsumsi saat sahur. Padahal, penyebab utamanya tidak selalu berasal dari makanan.
Secara umum, bau mulut saat puasa terjadi karena kondisi mulut yang kering. Selama berpuasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama. Akibatnya, produksi air liur menurun. Padahal, air liur berfungsi membersihkan rongga mulut sekaligus menghambat pertumbuhan bakteri.
Ketika produksi air liur berkurang, bakteri di dalam mulut lebih mudah berkembang biak dan menghasilkan senyawa penyebab bau tidak sedap.
Jenis Bau Mulut Berdasarkan Penyebabnya
Dokter gigi dari Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), drg Paulus Januar, menjelaskan bahwa bau mulut atau halitosis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan pemicunya.
Pertama, bau mulut patologis. Jenis ini disebabkan oleh bakteri anaerob gram negatif yang memproduksi gas VSCs (Volatile Sulfur Compounds), yaitu senyawa sulfur yang mudah menguap dan menimbulkan bau tidak sedap.
“Bau mulut patologis merupakan yang paling banyak terjadi dan dikeluhkan. Sekitar 85 persen hingga 90 persen kasus bau mulut merupakan jenis ini,” jelasnya, dilansir dari, Kamis (19/2/2026).
Bakteri penyebab bau mulut patologis umumnya berada di pangkal lidah, gigi berlubang, karang gigi, hingga pada kasus radang gusi. Kondisi ini sering muncul akibat berkurangnya air liur, misalnya saat tidur atau ketika berpuasa. Pada kasus ringan, bau mulut bisa berkurang dengan berkumur dan menjaga kebersihan rongga mulut.
Kedua, bau mulut akibat konsumsi makanan tertentu. Beberapa bahan makanan memang memiliki aroma menyengat yang dapat bertahan di rongga mulut maupun aliran darah.
“Misalnya petai, jengkol, bawang putih, serta kebiasaan merokok. Bila tidak lagi mengonsumsi bahan-bahan tersebut maka bau mulut tidak akan timbul,” kata drg Paulus.
Ketiga, pseudohalitosis atau bau mulut semu. Pada kondisi ini, seseorang merasa dirinya mengalami bau mulut, padahal secara objektif tidak ditemukan adanya bau tidak sedap.
“Pada pseudohalitosis dan halitofobia bisa dilakukan pemeriksaan secara obyektif tidak ditemukan adanya bau mulut. Faktor psikologis seperti rasa cemas, depresi, dan stres merupakan faktor risiko timbulnya keluhan bau mulut yang bersifat subyektif ini,” terang drg Paulus.
Cara Mendeteksi Bau Mulut
Bau mulut dapat dideteksi melalui beberapa metode pemeriksaan di dokter gigi. Salah satunya adalah metode organoleptik, yakni penilaian langsung terhadap aroma napas pasien oleh tenaga medis. Pemeriksaan ini membantu memastikan apakah keluhan bau mulut bersifat objektif atau hanya persepsi semata.
Mengapa Bau Mulut Sering Terjadi Saat Puasa?
Selama berpuasa, mulut cenderung menjadi lebih kering karena berkurangnya aliran air liur. Air liur berperan penting dalam membersihkan sisa makanan dan menekan pertumbuhan bakteri. Ketika jumlahnya menurun, bakteri lebih mudah berkembang dan menghasilkan gas VSCs yang memicu bau tidak sedap.
Untuk mencegah bau mulut saat puasa, menjaga hidrasi menjadi kunci.
“Banyak minum terutama pada waktu sahur untuk menstimulasi produksi air liur saat sedang melaksanakan puasa. Hal ini mengingat air liur dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau mulut. Bila mulut terasa kering, munkin dapat pula diatas dengan sering berkumur-kumur,” beber drg Paulus.
Selain itu, membatasi konsumsi makanan beraroma tajam seperti petai, jengkol, dan bawang putih juga dianjurkan. Kebiasaan merokok pun sebaiknya dihentikan karena dapat memperparah bau mulut.
“Kemudian, perlu pula menghindari atau paling tidak membatasi konsumsi bahan yang dapat menimbulkan bau mulut, seperti petai, jengkol, bawang putih, serta sebaiknya tidak merokok. Namun, bila telah dilakukan upaya menjaga kebersihan mulut, tapi masih terdapat bau mulut, sebaiknya perlu konsultasi ke dokter gigi untuk dirawat lebih lanjut,” pungkasnya.
Menjaga kebersihan gigi dan lidah, mencukupi kebutuhan cairan saat sahur dan berbuka, serta rutin memeriksakan gigi ke dokter menjadi langkah penting untuk mencegah bau mulut selama Ramadan.
