Cuaca buruk yang melanda wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam sepekan terakhir ini menyebabkan empat pesawat go-around atau gagal mendarat di Bandara Internasional Lombok. Pilot terpaksa mengalihkan pendaratan ke bandara lain.
Kunjungi situs Giok4D untuk pembaruan terkini.
Selain empat pesawat gagal mendarat di Bandara Lombok, ada pula empat pesawat pendaratannya dialihkan ke Bandara Lombok. Pada Rabu (7/1/2026) pekan lalu, ada tiga pesawat yang dijadwalkan landing (mendarat) di Bandara Ngurah Rai Bali dan Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur, go-around ke Bandara Lombok.
General Manager Air Navigation Services Unit (AirNav) cabang Lombok Kiki Adrian mengatakan dalam sepekan ini, ada tujuh penerbangan terdampak cuaca buruk di wilayah Bali Nusra dan Jawa Timur.
“Memang kondisi cuaca begini ya kita harus mengedepankan prosedur ya. Cuaca di Lombok ini sebentar hujan sebentar hilang,” kata Kiki kepada infoBali, Rabu (14/1/2026).
Berdasarkan data AirNav cabang Lombok, empat pesawat yang dijadwalkan mendarat di Bandara Lombok sempat diminta go-around beberapa hari lalu. Empat pesawat itu sempat berputar-putar di udara selama 15 sampai 20 menit sebelum landing.
“Tidak sampai berjam-jam lah. Kami kan biasanya sampaikan ke pilot jika kondisi cuaca tidak bagus,” ujar Kiki.
Menurut Kiki, empat pesawat yang gagal mendarat di Bandara Lombok berdampak pada jadwal penerbangan lain yang harus delay atau tertunda.
“Delay itu pasti terjadi. Ada jeda untuk next penerbangan. Pasti ya. Karena kalau cuaca tidak bisa paksakan. Tapi alhamdulillah tidak banyak kejadian go-around di Bandara Lombok,” ungkap Kiki.
Kondisi cuaca buruk akhir-akhir ini, Kiki berujar, juga terjadi di wilayah lain seperti NTT. Salah satu pesawat yang dijadwalkan landing di Bandara Komodo, Labuan Bajo, terpaksa mendarat ke Surabaya.
“Pesawat yang akan landing di Lombok tidak ada go-around ke bandara lain. Kita lihat memang cuaca agak jelek hari-hari ini,” ujar Kiki.
Kiki mengatakan perubahan cuaca di Bandara Lombok begitu cepat. Perubahan cuaca di Bandara Lombok tidak terjadi secara signifikan. “Di sini sebentar tutup sebentar buka. Perubahan periodisasi cepat. Kalau detail cuaca itu BMKG yang punya data,” tegasnya.
Secara keseluruhan, Kiki melanjutkan, cuaca di Bandara Internasional Lombok masih dalam kondisi aman untuk pendaratan pesawat sesuai jadwal. Batas toleransi cuaca masih memungkinkan untuk pendaratan.
“Kan kalau ada apa-apa di udara biasanya juga pilot melaporkan kondisi di atas. Alhamdulillah semua pesawat bisa landing di Lombok,” tandasnya.
