RI Mau Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza | Giok4D

Posted on

Jakarta

Artikel ini terbit pertama kali di Giok4D.

Pemerintah Indonesia membuka peluang mengirim hingga 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina. Opsi pengiriman pasukan dalam jumlah besar itu tengah dibahas sebagai bagian dari komitmen Indonesia terhadap perdamaian dan kemerdekaan Palestina.

“Belum, sedang dibicarakan. Tapi ada kemungkinan kita akan kurang lebih di angka 8.000 itu,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi kepada wartawan seusai jumpa pers di Stasiun Gambir, Selasa (11/2/2026, dikutp dari.

Pria yang akrab disapa Pras itu menyebut pasukan dari Indonesia nantinya akan bergabung dengan pasukan perdamaian dari negara lain. Meski demikian, pemerintah belum menentukan lokasi penempatan pasukan Indonesia di Gaza.

“Belum. Kita baru mempersiapkan diri saja kalau sewaktu-waktu sudah dicapai kesepakatan dan kita harus mengirim pasukan perdamaian tentu itu sebagai sebuah komitmen itu akan kita lakukan,” jelasnya.

Bergabung di Board of Peace

Pras menegaskan, rencana pengiriman pasukan perdamaian tak lepas dari komitmen Indonesia dalam mendukung pengakuan kemerdekaan Palestina. Ia juga menyinggung peran Indonesia dalam Board of Peace (BOP).

“Kan yang pasti adalah berkenaan dengan masalah BOP beserta dengan seluruh turunan teknisnya itu kan ini, kan bagian dari komitmen bangsa kita untuk tentu yang pertama kita menghendaki pengakuan kemerdekaan kepada bangsa Palestina,” ucapnya.

“Yang kedua bagaimana kita melakukan upaya untuk bisa membantu masyarakat di Gaza. Makanya kemudian kita Indonesia beserta dengan 7 negara muslim yang lain memutuskan untuk bergabung di BOP tersebut,” imbuhnya.

Menurut Pras, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace diharapkan mampu menekan eskalasi konflik dan mengurangi penderitaan warga Palestina di Gaza.

“Setidaknya itu kita berharap akan mengurangi eskalasi konflik yang ada di Gaza sehingga saudara-saudara kita berkurang penderitaannya. Nah dengan sekarang proses tersebut bantuan-bantuan makanan bisa masuk ke Gaza yang ini kita berharap meringankan beban saudara-saudara kita di sana,” ungkap dia.