Hujan deras yang mengguyur sebagian wilayah di Kota Mataram pada Kamis (8/1/2026) pagi, membuat sejumlah selokan di Kota Mataram dipenuhi sampah. Salah satunya, selokan yang ada di Jalan Veteran, Pejanggik, Kota Mataram.
“Banyak sampahnya, (saat) hujan (jadi) kesempatan warga untuk buang sampah,” kata Sugiono, salah seorang petugas lapangan PUPR Kota Mataram saat diwawancarai infoBali di Jalan Veteran, Kamis (8/1/2026).
Menurut Sugiono, sampah yang ia angkut bersama rekan lapangannya di selokan tersebut terbilang banyak, yakni sekitar puluhan ton, hanya untuk satu selokan saja.
“Kalau kami angkut ke truk, bisa lebih dari dua truk isi sampahnya,” jelasnya.
Sugiono bercerita, sampah yang diangkutnya dari dalam selokan cukup beragam, bahkan cukup membuatnya geleng-geleng kepala.
“Macam-macam, ada botol plastik, botol kaca, sampah rumah tangga, plastik, bantal, sampai spring bed kawat juga ada,” tuturnya.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
Rina, salah seorang warga Mataram, mengaku kerap menemukan warga yang membuang sampah di sungai maupun selokan dengan sengaja.
“Sering banget kami lihat, kalau ditegur, nanti mereka yang marah,” ujarnya.
Ayuni, warga lainnya, berharap adanya sanksi tegas dari pemerintah agar memberi efek jera, bagi pelaku yang dengan sengaja membuang sampah di kali, sungai, maupun selokan.
“Harus ada sanksi sih, biar kapok mereka. Enak saja buang sampah sembarangan. Kalau banjir, mereka yang marah-marah, padahal karena oknum-oknum itu juga,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, ribuan ton sampah menumpuk di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sandubaya dan TPS Bintaro, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Sampah menumpuk di sana lantaran pembatasan pengiriman sampah dari Mataram ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kebon Kongok, Lombok Barat, belum berakhir.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Mataram, Nizar Denny Cahyadi, mengatakan ada ribuan ton sampah yang tidak bisa terbuang akibat pembatasan pengiriman sampah ke TPA Kebon Kongok sejak 10 Desember 2025.
“Kami endapkan di Kota Mataram, (yakni) di TPS Sandubaya dan TPS Bintaro,” ucap Nizar saat dikonfirmasi di Mataram, sebelumnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram sebelumnya berencana menggunakan lahan eks Resto Bebek Galih untuk menampung sampah. Namun, dengan berbagai pertimbangan, rencana tersebut dibatalkan.
Kini, Pemkot Mataram berencana memperbesar lahan TPS Bintaro dari yang awalnya hanya 5 are menjadi sekitar 25 are sehingga bisa menampung sampah lebih banyak. Perluasan kawasan TPS Bintaro bakal dilakukan di awal 2026.
