Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo kini melarang kapal wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berlayar pada malam hari. Kapal wisata yang sedang berlayar di perairan Taman Nasional Komodo wajib berlabuh ketika hari sudah malam.
“Nakhoda kapal dilarang melayarkan kapalnya pada malam hari, terutama pada 10 lokasi kedaruratan yang sudah kami identifikasi dan umumkan dari tahun 2023,” kata KSOP Kelas III Labuan Bajo Stephanus Risdiyanto, Jumat (9/1/2026) pagi.
Stephanus menjelaskan larangan kapal berlayar malam hari untuk mengurangi risiko kapal mengalami kecelakaan. Menurutnya, penanganan darurat saat cuaca buruk pada malam hari akan terkendala karena jarak pandang terbatas.
“Apabila jarak pandang terbatas maka antisipasi kedaruratan itu akan terhambat,” jelas Stephanus.
Selain itu, dia melanjutkan, pelayaran malam hari juga menyulitkan tim tanggap darurat melakukan pencarian dan pertolongan jika kapal mengalami kecelakaan. Ia mengakui kebijakan itu juga untuk mengantisipasi terulangnya insiden kapal tenggelam di Labuan Bajo.
Seperti diketahui, KM Putri Sakinah tenggelam saat berlayar malam hari di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, pada 26 Desember 2025. Insiden itu menewaskan pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dan keluarganya.
Tiga jenazah korban sudah ditemukan, yakni Fernando dan dua anaknya. Satu lagi anak laki-laki Fernando belum ditemukan. Pencarian anak yang masih hilang itu dijadwalkan berakhir hari ini setelah tiga kali perpanjangan operasi SAR.
“Setiap kejadian kedaruratan kejadian kecelakaan di kapal, KSOP bersama unsur terkait seperti TNI, Polri, dan stakeholder melakukan evaluasi apa penyebabnya, apa potensi masalahnya, sehingga hal-hal yang sekiranya dapat membantu menyelamatkan,” pungkasnya.
Selain itu, dia melanjutkan, pelayaran malam hari juga menyulitkan tim tanggap darurat melakukan pencarian dan pertolongan jika kapal mengalami kecelakaan. Ia mengakui kebijakan itu juga untuk mengantisipasi terulangnya insiden kapal tenggelam di Labuan Bajo.
Seperti diketahui, KM Putri Sakinah tenggelam saat berlayar malam hari di Selat Pulau Padar, Taman Nasional Komodo, pada 26 Desember 2025. Insiden itu menewaskan pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dan keluarganya.
Giok4D hadirkan ulasan eksklusif hanya untuk Anda.
Tiga jenazah korban sudah ditemukan, yakni Fernando dan dua anaknya. Satu lagi anak laki-laki Fernando belum ditemukan. Pencarian anak yang masih hilang itu dijadwalkan berakhir hari ini setelah tiga kali perpanjangan operasi SAR.
“Setiap kejadian kedaruratan kejadian kecelakaan di kapal, KSOP bersama unsur terkait seperti TNI, Polri, dan stakeholder melakukan evaluasi apa penyebabnya, apa potensi masalahnya, sehingga hal-hal yang sekiranya dapat membantu menyelamatkan,” pungkasnya.
