Puluhan Ibu Hamil, Balita, hingga Siswa di Manggarai Keracunan MBG

Posted on

Manggarai

Puluhan ibu hamil, anak balita, pelajar, dan guru di Kecamatan Satar Mese, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga mengalami keracunan seusai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG).

“Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai melaporkan adanya peningkatan kunjungan pasien dengan dugaan keracunan makanan yang saat ini masih dalam proses penanganan dan investigasi epidemiologi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, Jefrin Haryanto, Kamis (12/2/2026) malam.

“Berdasarkan data sementara, jumlah kasus yang teridentifikasi sebanyak 42 kasus, terdiri dari 39 kasus dari Puskesmas Ponggeok dan 3 kasus dari Puskesmas Iteng,” imbuh dia.

Jefrin mengatakan sebanyak 16 pasien menjalani perawatan rawat inap. Pasien lainnya mendapatkan penanganan rawat jalan. “Kasus yang ditemukan melibatkan berbagai kelompok masyarakat, meliputi ibu hamil, anak balita, anak sekolah, guru, serta orang tua,” ungkap dia.

“Seluruh kasus dilaporkan memiliki riwayat konsumsi MBG yang disajikan di sekolah dan posyandu dengan menu yang sama,” lanjut Jefrin.

Adapun menu MBG itu berupa nasi, telur, tempe, kacang panjang, dan salak untuk 10 Februari. Berikutnya pada 11 Februari, menu MBG adalah nasi, ayam, labu, dan jagung.

“Gejala yang paling banyak dilaporkan antara lain diare, nyeri perut, demam, dan sakit kepala,” jelas Jefrin.

Ia belum mendapat laporan lengkap terkait asal sekolah siswa dan guru tersebut. Demikian juga asal ibu hamil dan anak balita yang diduga keracunan MBG tersebut.

Sejauh ini, ujar dia, belum diketahui penyebab pasti dugaan keracunan MBG tersebut. Dinkes Manggarai sedang melakukan penyelidikan.

“Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai bersama tim terkait sedang melakukan investigasi epidemiologi serta pemeriksaan sampel makanan dan spesimen pasien untuk memastikan sumber penyebab kejadian,” jelas dia.

Ia mengatakan Dinas Kesehatan juga mengantisipasi kemungkinan adanya tambahan kasus yang datang berobat, sehingga seluruh fasilitas pelayanan kesehatan terkait telah disiagakan untuk memberikan pelayanan dan penanganan optimal kepada masyarakat.

“Selain itu, puskesmas di wilayah terdampak telah diinstruksikan untuk melakukan penelusuran kasus secara aktif di daerah fokus guna menemukan masyarakat yang mengalami gejala serupa namun belum mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegas Jefrin.

Ia mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala diare, nyeri perut, demam, atau keluhan lain setelah mengonsumsi makanan.

Masyarakat diimbau tidak panik dan menunggu informasi resmi dari Dinkes Manggarai. “Perkembangan situasi akan terus disampaikan kepada masyarakat secara berkala,” tandas Jefrin.