Lombok Barat –
Program bantuan Rp 1 miliar per desa di Kabupaten Lombok Barat bakal direalisasikan tahun ini. Bantuan tersebut akan diberikan dalam bentuk program pembangunan.
Program tersebut merupakan janji Bupati dan Wakil Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ) dan Nurul Adha. LAZ mengatakan bahwa program ini ditujukan untuk pemerataan pembangunan dan guna merealisasikan visi kepemimpinannya yakni sejahtera dari desa.
Ia menjelaskan dana Rp 1 miliar tersebut nantinya akan diberikan dalam bentuk program selama satu tahun sekali. Program tersebut, kata dia, bisa berbentuk pembangunan atau rehabilitasi infrastruktur dasar, pengembangan sumber daya manusia, dan penataan sektor pariwisata.
“Jadi itu adalah, masing-masing desa mendapat alokasi anggaran program satu miliar, dalam satu desa. Kita mulai 2026 ini,” jelas LAZ, Senin (23/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa mekanisme realisasi program tersebut nantinya akan melihat usulan setiap desa saat Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes).
Setiap usulan tersebut kemudian akan dibuatkan menu anggaran dan diusulkan oleh masing-masing desa, untuk diambil alih oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sebagai fasilitator.
“Kalau belum Rp 1 miliar (nilai usulannya), kita dorong lagi Kepala Desa cari potensi lain sampai tercapai itu. Makanya Musrenbangdes itulah tempatnya merencanakan. Kalau dulu kan dianggap hanya formalitas, sekarang tidak boleh,” tegas LAZ.
LAZ menegaskan tidak ada lagi desa yang menjadi prioritas realisasi program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat saat ini, karena sudah mendapat porsinya masing-masing.
“Contoh, dulu kan ada sekolah atau puskesmas yang harus direhab di tiga desa. prioritas utamanya ditentukan, bisa di desa A, B atau C. Kalau sekarang semuanya itu langsung diperbaiki,” terangnya.
Akan tetapi, LAZ menegaskan tidak mengesampingkan kondisi kedaruratan di setiap desa. Jika terdapat fasilitas seperti jembatan putus akibat bencana yang menelan anggaran di atas Rp 1 miliar, maka akan diambil alih langsung oleh Pemkab Lombok Barat.
“Contoh, sekarang di satu desa ternyata dibangunkan jembatan, anggarannya Rp 5 miliar. Ya sudah cukup dengan itu dia dapat realisasi program Rp 1 miliar per desa,” katanya.
LAZ mengatakan total 123 desa di Lombok Barat kini sudah mengusulkan perencaannya ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Hanya saja, masih terdapat 7 desa yang pengusulannya belum mencapai Rp 1 miliar.
“Dan sekarang sudah jadi, sudah dipetakan masing-masing desa dapat apa. Tinggal yang tujuh desa itu sedang kita giring lagi untuk melihat potensi di desanya,” ujarnya.
Lebih lanjut, LAZ mengatakan bahwa target atau sasaran program ini sebenarnya lebih mengerucut lagi, yakni masing-masing dusun mendapat porsi Rp 100 juta dari alokasi Rp 1 miliar per desa.
“Sebenarnya di dalam Rp 1 miliar per desa itu, akan dibagi lagi Rp 100 juta per dusun. Jika di desa itu ada sepuluh dusun, ya sudah habis terbagi. Tapi ini mungkin kita terapkan untuk realisasi tahun kedua nanti,” pungkasnya.
