Polisi Periksa 17 Saksi Insiden Tenggelamnya KM Putri Sakinah di Labuan Bajo

Posted on

Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) bakal memeriksa 17 saksi terkait insiden tenggelamnya KM Putri Sakinah di Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Dari belasan saksi itu, baru delapan orang yang sudah diperiksa.

“Hari ini kami berencana periksa sembilan saksi lagi. Total yang akan kami periksa itu 17 orang,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra kepada infoBali, Jumat (2/1/2025).

Henry menegaskan Polda NTT tengah menyelidiki penyebab tenggelamnya kapal pinisi yang mengangkut keluarga pelatih tim sepakbola Valencia Wanita B, Fernando Martin Carreras, tersebut. Penyelidikan turut melibatkan Satreskrim dan Satpolairud Polres Manggarai Barat.

Terkini, proses penyidikan tersebut memasuki tahap analisis dan evaluasi untuk memastikan penyebab utama kecelakaan kapal wisata itu. Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia.

“Penyidik telah mengumpulkan keterangan saksi serta dokumen pendukung sebagai bagian dari alat bukti,” jelas Henry.

Menurut Henry, para saksi yang diperiksa terdiri dari awak kapal serta pihak-pihak yang terlibat langsung dalam operasional pelayaran dan pelayanan wisata. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui aspek pengendalian kapal, kondisi mesin, hingga prosedur keselamatan saat keadaan darurat.

“Saksi-saksi yang diperiksa itu yang berada di kapal saat kejadian,” ujar Henry.

Penyidik juga telah mengantongi sejumlah alat bukti sebagai bahan analisis sebelum dilakukan penetapan status hukum lebih lanjut. Namun, Henry enggan membocorkan alat bukti yang telah dikantongi tersebut.

Seperti diketahui, kapal pinisi Putri Sakinah tenggelam di Labuan Bajo, tepatnya di perairan Pulau Padar pada Jumat (26/12) malam. Pelatih tim sepakbola Valencia Wanita B, Fernando Martin Carreras, bersama keluarganya menjadi korban dalam insiden tersebut.

Hingga kini, terdapat tiga korban yang belum ditemukan. Ketiga korban adalah Martin dan dua anak laki-lakinya. Adapun, satu putri Martin sudah ditemukan tak bernyawa pada Senin (29/12/2025). Sementara itu, istri dan anak bungsu Martin selamat dari insiden tragis itu.

Menurut Henry, para saksi yang diperiksa terdiri dari awak kapal serta pihak-pihak yang terlibat langsung dalam operasional pelayaran dan pelayanan wisata. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui aspek pengendalian kapal, kondisi mesin, hingga prosedur keselamatan saat keadaan darurat.

“Saksi-saksi yang diperiksa itu yang berada di kapal saat kejadian,” ujar Henry.

Penyidik juga telah mengantongi sejumlah alat bukti sebagai bahan analisis sebelum dilakukan penetapan status hukum lebih lanjut. Namun, Henry enggan membocorkan alat bukti yang telah dikantongi tersebut.

Seperti diketahui, kapal pinisi Putri Sakinah tenggelam di Labuan Bajo, tepatnya di perairan Pulau Padar pada Jumat (26/12) malam. Pelatih tim sepakbola Valencia Wanita B, Fernando Martin Carreras, bersama keluarganya menjadi korban dalam insiden tersebut.

Hingga kini, terdapat tiga korban yang belum ditemukan. Ketiga korban adalah Martin dan dua anak laki-lakinya. Adapun, satu putri Martin sudah ditemukan tak bernyawa pada Senin (29/12/2025). Sementara itu, istri dan anak bungsu Martin selamat dari insiden tragis itu.