PKL di Jalan Bypass Mataram Bakal Dipindah ke Lahan Eks Pondok Galih

Posted on

Kondisi pintu masuk Jalan Bypass Mataram kian memprihatinkan. Jalan yang seharusnya digunakan sebagai jalur perlintasan cepat malah dipenuhi ratusan pedagang kaki lima (PKL), dari penjual kopi, rujak, tahu tek-tek hingga odong-odong.

Pantauan infoBali di pintu masuk Jalan Bypass Mataram, puluhan PKL sudah menggelar lapak jualannya. Ada yang berjualan di badan jalan hingga area trotoar.

Akibat banyaknya pedagang di area tersebut, hampir sebagian besar warga yang berbelanja memarkirkan kendaraannya di badan jalan. Walhasil, ketika jam-jam tertentu, area tersebut kerap macet karena banyaknya kendaraan yang parkir sembarangan.

Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram mengakui perkembangan PKL yang berjualan di Jalan Bypass Mataram sudah sangat pesat. Pemkot Mataram berencana memindahkan para PKL yang berjualan di Jalan Bypass Mataram ke eks lesehan Pondok Galih.

“Kan kami punya tanah di sebelum Tembolak, di eks (lesehan) Pondok Galih. Harapannya di bagian timurnya kami buat taman dan ada tempat berjualan. Sehingga, tidak lagi mengganggu lalu lintas yang akan melintas ke bypass,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Mataram, Lalu Alwan Basri, saat diwawancarai di Kantor Wali Kota Mataram, Jumat (29/8/2025).

Alwan mengatakan Pemkot Mataram telah membuat grand design terkait taman dan tempat berjualan di atas eks lesehan Pondok Galih yang lokasinya tidak jauh dari Monumen Metro Mataram.

“Kami sudah ada design, nanti kami prioritaskan mana yang skala prioritasnya (penting itu) yang kami selesaikan (dahulu). (Yang pasti) grand design-nya sudah ada, baik di barat dan timur tembolak,” jelas Alwan.

Menurut Alwan, jika taman dan area berjualan itu sudah dibangun, secara tidak langsung menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Mataram. Namun, Alwan menegaskan, Pemkot Mataram kini masih fokus untuk menata kawasan itu dibandingkan memikirkan masalah PAD.

“Bagaimana kami menata dulu lah (sekarang), urusan retribusi masalah kesepuluh. Yang penting masyarakat bisa menikmati dahulu,” terang Alwan.

Sebelumnya, Pemkot Mataram berencana merelokasi ratusan PKL yang menjamur di Jalan Bypass Mataram sebelum akhir tahun 2024. Sayangnya, hingga berganti tahun, rencana relokasi itu tak kunjung terealisasi.

Nantinya, PKL yang akan direlokasi diutamakan yang berasal dari Mataram. Sebab, PKL yang berjualan di sepanjang Jalan Bypass Mataram juga berasal dari Lombok Barat (Lobar).