Ende –
Seorang perempuan berinsial E tewas tenggelam saat hendak pergi ke kebun di Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Utara, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). E diduga terpeleset hingga terjatuh dan terseret arus sungai ketika menuju kebun untuk memetik sayur.
Kapolsek Ende, AKP Sudarmin, mengungkapkan E bersama suaminya RR dan anaknya KMM awalnya pergi ke kebun bersama-sama sekitar pukul 15.00 Wita pada Minggu (22/2). Dalam perjalanan, E sempat singgah ke rumah kerabatnya, R, untuk makan sirih pinang.
Sementara itu, RR bersama KMM melanjutkan perjalanan ke kebun yang berjarak sekitar 400 meter serta melewati sungai. Saat sedang memetik sayur di kebun, KMM tiba-tiba mendengar panggilan dari arah kali.
“Ketika berada di pinggir kali, RR melihat istrinya (korban) sudah terjebak di tengah kali dengan kondisi arus kali semakin membesar. Kemudian ia menyampaikan kepada istrinya untuk naik ke atas batu yang berada di tengah kali sambil menunggu saksi melakukan pertolongan,” kata Sudarmin kepada, Senin (23/2/2026).
Sudarmin mengatakan RR sempat berenang dan berupaya menyelamatkan istrinya tersebut. Namun, karena arus sungai sangat deras, RR memutuskan kembali ke pinggir kali untuk memotong bambu sebagai alat bantu menuju korban.
“Karena rasa panik dan arus air kali semakin membesar, selanjutnya korban turun dari atas batu sehingga menyebabkan korban hanyut terbawa arus air,” imbuh Sudarmin.
Setelah sang istri hanyut terbawa arus sungai, RR bersama KMM lantas bergegas pulang dan melewati bukit untuk menginformasikan kejadian itu kepada warga kampung. RR dan warga kemudian melakukan pencarian dengan menyusuri sungai tempat pertama korban terjatuh.
“Korban akhirnya ditemukan di sekitar area jembatan gantung kilometer 06, Kelurahan Rewarangga, Kecamatan Ende Timur, Kabupaten Ende, pada Minggu (22/2/2026) pukul 15.00 Wita dalam keadaan meninggal dunia,” pungkasnya.
