Badung –
Aksi nekat dilakukan seorang pengendara Vespa matik yang memacu kendaraannya demi menghindari pemeriksaan petugas di Traffic Light (TL) Dalung, Desa Dalung, Kuta Utara, Badung, Jumat (6/2/2026) petang. Meski sudah diminta menepi untuk diberikan surat teguran karena tidak memakai helm, pria tersebut justru tancap gas hingga nyaris menabrak polisi yang berjaga.
“Kami masih dalam rangka melaksanakan hunting yang kedua kalinya di TL Dalung. Jadi, kami memeriksa sekitar 90 pengendara,” kata Kasat Lantas Polres Badung, AKP Ni Luh Tiviasih, dalam keterangannya, Sabtu (7/2/2026).
Total terdapat 39 pelanggaran yang terjaring dalam pemeriksaan rata terhadap seluruh pengendara tersebut. Sebanyak 34 pengendara yang didominasi pelanggar tanpa helm diberikan teguran tertulis, sementara 5 lainnya ditindak karena menggunakan knalpot brong.
“Dari 39 pelanggaran itu ada 34 tanpa helm, kemudian knalpot brong pada motor sebanyak 5 pengendara. Namun, di sini, dari knalpot brong itu, kami hanya menyita barang bukti 3 STNK dan 2 SIM,” ujar Tiviasih.
Polisi memastikan tidak ada penyitaan unit motor dalam penindakan knalpot tidak standar tersebut. Para pelanggar hanya diberikan edukasi agar segera mengganti knalpot brong mereka kembali ke spesifikasi asli pabrikan.
“Harapan kami setelah diperiksa dan menyita barang bukti berupa STNK dan SIM, kami memberikan edukasi kepada pelanggar tersebut terkait dengan knalpot brong agar segera diganti menjadi knalpot aslinya. Mayoritas pelanggaran yang dapat kami tarik adalah bahwa kendaraan didominasi oleh kendaraan roda dua,” tuturnya.
Meski sempat terjadi insiden pengendara Vespa yang menerobos petugas, pihak kepolisian mengeklaim secara umum situasi di lapangan tetap kondusif. Mayoritas pelanggar merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), meski terdapat dua warga asing (WNA) yang ikut terjaring.
“Ada beberapa di antaranya WNA kurang lebih dua orang, cuma tidak pakai helm. Sementara keseluruhan kegiatan, gesekan, nihil, operasi berjalan lancar. Kami juga melibatkan dari Raimas (pengurai massa Sabhara), kemudian dari Satgas Banops, dan Propam,” jelas Tiviasih.
Sebagai langkah preventif, unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) juga dikerahkan untuk memberikan imbauan langsung menggunakan pengeras suara di lokasi. Fokus utama operasi adalah menekan angka kecelakaan lalu lintas melalui edukasi penggunaan perlengkapan berkendara yang benar.
