Denpasar –
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Bali terus mendorong masyarakat untuk mengolah sampah organik secara mandiri. Upaya ini dilakukan agar ke depan Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) hanya menerima sampah nonorganik.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas LHK Bali, Ida Bagus Kade Wira Negara, mengatakan penggunaan alat kompos seperti tas kompos dan tong kompos saat ini sudah mulai digunakan secara masif oleh masyarakat.
“Jadi TPS3R nanti ke depan kita harapkan tidak lagi menerima sampah organik, kalau sekarang kan masih menerima sampah organik. Karena memang kesadaran masyarakat baru di angka 30 persen,” kata Wira saat pemaparan di FGD bersama BRIN di Dinas Pariwisata Bali, Kamis (5/2/2026).
Meski kesadaran masyarakat masih tergolong rendah, Wira menilai tren pengolahan sampah organik secara mandiri terus menunjukkan peningkatan. Ia meyakini jumlah sampah organik yang selama ini dibuang ke TPA Suwung dapat ditekan secara signifikan.
Wira memperkirakan sekitar 65 persen sampah organik yang saat ini masih masuk ke TPA Suwung akan berkurang seiring meningkatnya pemanfaatan alat pengomposan di tingkat rumah tangga.
“Bahkan ada alat pengomposan yang portable, yang volumenya kecil, dijual untuk skala rumah tangga sudah masif,” ungkap Wira.
Ia berharap tingkat pengolahan sampah organik secara mandiri terus meningkat hingga mencapai 100 persen pada Maret mendatang, seiring rencana penutupan TPA Suwung. Dengan demikian, pemerintah dapat mulai memfokuskan pengelolaan sampah non-organik di TPS3R.
“Nah nanti di TPS3R diharapkan nanti mengelola yang anorganiknya saja. Khusus itu di perkotaan seperti Denpasar dan Badung,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wira menjelaskan bahwa Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) nantinya akan difungsikan untuk menerima sampah residu. Ia mengeklaim langkah tersebut mulai terlihat melalui penambahan anggaran di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.
“Dan memang untuk instalasi mesinnya perlu waktu, sehingga memang ada permohonan untuk menunda penutupan TPS untuk menjadi sampai dengan bulan November,” terang Wira.
