Barcelona Mundur dan Tinggalkan Madrid, Bagaimana Nasib Super League?

Posted on

Jakarta

Barcelona secara resmi mundur dari Super League. Kini, hanya tersisa Real Madrid sebagai salah satu penggagas kompetisi tersebut.

Presiden Barcelona Joan Laporta menyebut European Super League kini tak lagi menjadi opsi yang menguntungkan bagi klub. Ia mengaku sudah memiliki rencana lain untuk meningkatkan pendapatan serta prestasi tim.

“FC Barcelona dengan ini mengumumkan bahwa pada hari ini klub telah secara resmi memberitahukan kepada Perusahaan European Super League serta klub-klub yang terlibat mengenai pengunduran diri FC Barcelona dari proyek European Super League,” ujar pernyataan resmi Barcelona, dikutip dari, Minggu (8/2/2026).

European Super League pertama kali diumumkan sebagai kompetisi terpisah dari Liga Champions pada April 2021. Dua belas klub elite Eropa menjadi anggota pendiri kompetisi ini, termasuk Real Madrid, Juventus, Manchester United, Chelsea, dan Barcelona.

Tujuan utama proyek tersebut adalah memberikan kendali pendapatan yang lebih besar kepada klub-klub besar. Kompetisi ini juga dirancang sebagai alternatif permanen dari Liga Champions yang dikelola UEFA.

Tak lama setelah diluncurkan, Super League menuai beragam reaksi publik dan cenderung negatif. Kehadiran Super League dianggap bakal mengancam keseimbangan sepakbola yang sudah ada.

Reaksi negatif itu juga memicu sembilan dari 12 klub pendiri mundur dalam waktu kurang dari 48 jam sejak diumumkan. Cuma tersisa Madrid, Barcelona, dan Juventus.

Dalam perjalanannya, Juventus kemudian menyatakan turut mundur dari Super League sehingga menyisakan Barcelona dan Madrid. Kini, Madrid benar-benar sendirian sebagai anggota Super League karena Barcelona juga resmi mengundurkan diri, Sabtu (7/2).

Dengan hanya menyisakan Madrid, apakah Super League benar-benar bisa berjalan?

. Baca selengkapnya di sini!