Gelombang tinggi menerjang wilayah pesisir Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Bali, Rabu (14/1/2026) sore. Air laut meluap hingga melampaui senderan pantai, menyebabkan sejumlah rumah warga serta ruas jalan di sekitar pesisir terendam.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Gede Suyasa, mengatakan mengatakan berdasarkan hasil koordinasi dengan Sekretaris Desa Pengastulan, puncak ketinggian ombak diperkirakan terjadi sekitar pukul 19.00 Wita.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Memang sejak sore hari ini ombak sudah melampaui senderan pantai dan diperkirakan akan mencapai puncaknya sekitar pukul 19.00 Wita,” kata Gede Suyasa, Rabu sore.
Ia menjelaskan dampak langsung dari gelombang tinggi tersebut adalah terendamnya beberapa rumah warga serta ruas jalan di kawasan pesisir. Selain itu, kondisi laut yang tidak bersahabat juga berdampak pada aktivitas dan penghidupan warga setempat, khususnya nelayan.
“Dampak terhadap penghidupan warga sebenarnya sudah dirasakan sejak 8 Januari 2026. Nelayan telah mengamankan sampan mereka dengan mengevakuasi ke tempat yang lebih aman karena gelombang laut cukup tinggi,” jelasnya.
BPBD Buleleng saat ini terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di lapangan serta berkoordinasi dengan aparat desa setempat untuk mengantisipasi potensi dampak lanjutan.
“Kami mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah pesisir, agar tetap waspada dan menghindari aktivitas di sekitar pantai selama gelombang tinggi masih terjadi. Jika ada kondisi darurat, segera laporkan kepada aparat setempat,” pungkas Gede Suyasa.
