Menelusuri Asal-Usul Barongsai dalam Mitologi China

Posted on

Denpasar

Barongsai merupakan salah satu kesenian tradisional paling ikonik dalam budaya Tionghoa. Barongsai kerap dipentaskan dalam berbagai perayaan, terutama Tahun Baru Imlek.

Pertunjukan barongsai memadukan tarian, bela diri, dan akrobatik. Adapun, wujud barongsai menyerupai replika singa naga dengan pernak-pernik khas yang didominasi warna merah cerah.

Pertunjukan barongsai menyimpan kisah panjang yang berakar dari mitologi China dan kepercayaan masyarakat Tionghoa. Simak ulasan lengkap mengenai sejarah kemunculan hingga makna simbolik barongsai saat perayaan Imlek seperti dirangkum berikut ini.

Bagaimana Asal-Usul Barongsai?

Barongsai merupakan seni tari tradisional khas Tiongkok. Sejarah dan asal-usul barongsai dapat dilacak melalui salah satu mitologi kuno yang berasal dari Dinasti Han (25-220 M).

Chinese Lion Dance atau yang lebih dikenal sebagai tarian singa berasal dari cerita rakyat di zaman Kaisar Zhang dari Dinasti Han Timur. Saat itu, kerajaan Da Yuezhi, yang terletak jauh di Asia Tengah, memberikan hadiah kepada Dinasti Han yaitu seekor Singa Berambut Emas.

Kerajaan Da Yuezhi menantang Dinasti Han untuk menaklukkan singa tersebut. Jika mereka berhasil, Kerajaan Da Yuezhi akan terus mengirimkan hadiah. Namun jika gagal, Kerajaan Da Yuezhi akan memutuskan hubungan diplomatik dengan Dinasti Han.

Mendengar hal tersebut, Kaisar Zhang dari Dinasti Han langsung memilih tiga orang pemberani, yang diperintahkan untuk menaklukkan singa tersebut. Sayangnya, tidak ada satupun dari mereka yang berhasil.

Adapun singa itu hanya menjadi kelinci percobaan yang terus-menerus mendapat siksaan. Kemudian, ketika singa tersebut menjadi marah besar, para pekerja istana memukulnya tanpa ampun hingga akhirnya singa itu tewas mengenaskan.

Dalam kondisi panik karena takut ketahuan, para pekerja istana melepas kulit singa itu kemudian memakainya dan berpura-pura menjadi seperti singa. Tidak hanya sampai di situ saja, satu orang pekerja istana lain bertugas untuk menggoda singa ‘palsu’ itu dengan menari.

Tipu daya ini berhasil menipu Kaisar Zhang dan membuat Dinasti Han terhindar dari ancaman kerajaan Da Yue Zhi. Sejak itulah, masyarakat kuno percaya bahwa tarian singa atau barongsai dapat mewakili penghindaran hukuman serta membawa kemuliaan bagi negara yang yang membawa keberuntungan.

Seiring waktu, tarian singa atau barongsai ini kian berkembang dan makin populer. Barongsai pun semakin sering ditampilkan dalam berbagai perayaan penting, termasuk saat Festival Imlek.

Barongsai sendiri memiliki keterikatan yang kuat dengan budaya Indonesia. Secara umum, kesenian ini dikenal dengan sebutan Chinese Lion Dance.

Dilansir dari situs Kemenparekraf, barongsai berasal dari kata ‘barong’ yakni sebuah topeng dalam budaya Jawa dan Bali dan ‘sai’ dari bahasa Hokkian yang berarti singa. Barongsai muncul dari hasil akulturasi budaya Tionghoa dengan pribumi, terutama Jawa.

Makna Filosofis Pertunjukan Barongsai Saat Imlek

Mengutip laman Kemendikbud, singa merupakan simbol kebahagiaan bagi warga Tionghoa. Kesenian barongsai dianggap sebagai pertunjukan yang dapat mengusir roh-roh jahat, membawa keberuntungan, semangat perjuangan, dan sebagai berkah untuk tahun yang akan datang.

Atraksi barongsai dimainkan oleh dua orang, dengan satu orang yang menggerakkan kepala dan kaki depan, sementara satu orang lainnya memegang tubuh dan juga kaki belakang barong.

Atraksi ini juga menampilkan tarian naga yang disebut liong, yang dilakukan oleh sembilan orang. Pementasan barongsai diiringi beberapa pemusik yang memainkan simbal, gong, dan terompet. Pertunjukan barongsai biasanya diadakan saat momen Imlek di vihara, klenteng, pecinan, bahkan tempat-tempat umum lainnya.