Menag Kritik Pendidikan Mahal yang Belum Tentu Mampu Bentuk Karakter

Posted on

Denpasar

Menteri Agama (Menag) Nassarudin Umar menilai banyak sekolah modern dengan biaya pendidikan tinggi belum tentu mampu membentuk karakter peserta didik. Hal itu disampaikannya saat memberikan sambutan dalam Parade Budaya Bhakti Pertiwi Widyalaya di Lapangan Badung, Denpasar, Jumat (13/2/2026).

“Kita perlu sadar banyak pendidikan tinggi, pendidikan modern bahkan banyak sekali lembaga pendidikan yang berbayar mahal, tetapi belum tentu mereka itu semua bisa menghadirkan karakter,” kata Nassarudin.

Menurutnya, capaian akademik semata tidak cukup jika tidak diimbangi dengan pembinaan sikap dan akhlak. Ia menegaskan kecerdasan tanpa karakter justru berpotensi melahirkan persoalan baru di tengah masyarakat.

“Apa artinya kita cumlaude dalam kelulusan semakin pintar tapi semakin kurang ajar,” sambungnya.

Nassarudin berharap Parade Budaya Bhakti Pertiwi Widyalaya mampu memperkuat keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan pembinaan karakter, khususnya dalam membangun kesantunan di tengah kehidupan sosial.

Dalam kesempatan itu, Nassarudin juga mengapresiasi hibah tanah dari pemerintah daerah untuk pembangunan sekolah widyalaya negeri. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas akses pendidikan keagamaan.

“Semoga hibah-hibah ini menjadi pemantik semangat kita untuk segera mewujudkan Widyalaya negeri pertama sebagai barometer pendidikan Hindu yang unggul di Indonesia,” jelas Nassarudin.

Ia meyakini lembaga pendidikan widyalaya dapat menjadi motor penggerak lahirnya generasi emas yang kuat secara moral, santun dalam bersikap, serta kokoh dalam kebersamaan.

“Kita membuktikan bahwa agama Hindu itu mampu menyuguhkan dua hal pada saat bersamaan, kesemarakan dan juga pendalaman. Kesemarakan itu penting dalam menyiarkan agama, tapi pada saat bersamaan penghayatan pendalaman agama juga sangat penting,” tandasnya.