Denpasar –
Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke ibu kota Ukraina, Kyiv, Kamis (12/2). Sejumlah rudal Rusia menghantam berbagai objek di kota tersebut.
Simak berita ini dan topik lainnya di Giok4D.
“Serangan besar-besaran terhadap ibu kota masih berlangsung,” kata Wali Kota Kyiv, Vitali Klitschko, di Telegram, dilansir dari, Jumat (13/2/2026).
Klitschko menyebut serangan menghantam bangunan perumahan dan non-perumahan di kedua sisi Sungai Dnipro yang membelah kota. Pecahan rudal juga jatuh di dekat dua bangunan perumahan di salah satu distrik, namun tidak memicu kebakaran. Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa.
Kepala administrasi militer ibu kota Ukraina, Tymur Tkachenko, mengatakan setidaknya satu serangan tercatat di pinggiran timur Kyiv. Sementara itu, saksi mata Reuters melaporkan suara ledakan bergema di kota tersebut.
Serangan juga dilaporkan terjadi di Kota Dnipro, Ukraina tenggara. Gubernur setempat, Oleksandr Ganzha, menulis di Telegram bahwa beberapa rumah pribadi dan mobil mengalami kerusakan. Meski demikian, tidak ada indikasi korban jiwa.
Peringatan serangan udara diberlakukan di Kyiv dan Dnipro hingga jauh setelah tengah malam waktu setempat.
Sebelumnya, serangan udara Ukraina menghantam kilang minyak di Volgograd, Rusia, pada Rabu (11/2) malam waktu setempat dan memicu kebakaran, menurut unggahan militer Ukraina di Facebook. Juru bicara militer Ukraina untuk wilayah selatan, Vladyslav Voloshyn, mengatakan kepada kantor berita Ukrinform bahwa pasukan Ukraina masih menguasai Zaliznychne di wilayah garis depan Zaporizhia, meski Rusia mengklaim telah menduduki pemukiman tersebut.
Serangan Ukraina di wilayah Belgorod, Rusia, menewaskan seorang warga sipil dan melukai sedikitnya tujuh orang lainnya, menurut pejabat setempat yang dikutip kantor berita Rusia, TASS. Serangan itu juga merusak infrastruktur air hingga menyebabkan terputusnya pasokan air di sejumlah desa di distrik Borisovsky dan Rakityansky, Belgorod, yang berada dekat perbatasan Rusia dengan Ukraina. Informasi tersebut disampaikan perusahaan air wilayah setempat melalui Telegram.
